Senin, 27 Oktober 2008

Nabi MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW
 
WILSON:
 
Sejarah  Nabi  memberitahu  kita bahwa pada umur empat puluh
tahun, waktu dia sedang meditasi di Gua Hira,  cahaya  Tuhan
menyinarkan  padanya dan dia mendengar suara kebenaran. Pada
saat  itu  datang  perintah  sebagai  pesuruh  Tuhan   untuk
manusia. Apa yang dikemukakan pada Muhammad di Gua Hira?
 
CHIRRI:
 
Pesan  di  Hira  menceritakan  kepada  Nabi  yang  baru  itu
kenyataan  (kebenaran).  Tentang   kesanggupan   (kekuasaan)
penciptaan,   tentang   kekuasaan  mengubah  gumpalan  darah
menjadi manusia
 
Dalam Kitab Suci Qur'an terbaca:
 
"Bacalah dengon nama  Tuhan  engkau  yang  menciptakan.  Dia
telah  menciptakan  manusia dari segumpal darah. Bacalah dan
Tuhan engkau itu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan  pena
(tulis  baca).  Mengajarkan  kepada  manusia  apa yang belum
diketahuinya." 96: 1-5.
 
WILSON:
 
Bagaimana kedudukan Muhammad di antara Nabi-nabi?
 
CHIRRI:
 
Dia  berkedudukan  pada  deretan  Nabi-nabi   besar   dengan
kemuliaan-kemuliaan yang jelas:
 
1.  Dia  adalah  bagian  dari  dunia  dan sejarah keagamaan.
Pesannya  merupakan  faktor  penting  yang  merubah  sejarah
dunia,  dan  tidak  ada  ahli  sejarah yang meragukan adanya
Muhammad dan peranannya dalam peristiwa-peristiwa dunia.
 
2.  Dia  adalah  Nabi  yang   menyaksikan   dengan   matanya
pertumbuhan  Agama  ini  sampai  diakui  oleh seluruh bangsa
selama dia masih hidup.
 
3.  Dia  adalah  Nabi  yang  paling  universil  yang  pernah
dikirim,  tidak  dikhususkan  untuk  suatu  bangsa, misalnya
hanya untuk orang-orang Arab atau  hanya  untuk  orang-orang
Yahudi, tetapi untuk seluruh manusia.
 
Dari Kitab Suci Qur'an:
 
"Katakan:  Hai  manusia sesungguhnya aku adalah Utusan Tuhan
kepada kamu seluruhnya yaitu Tuhan yang  mempunyai  kerajaan
langit dan bumi." 7: 158
 
4.  Pesannya  jelas  menentang  pembedaan ras. Menyingkirkan
seluruh  rintangan-rintangan  sosial  adalah   bagian   yang
penting  dari pesannya. Kulit putih, hitam, merah dan kuning
adalah sama.
 
Tidak ada bangsa (golongan) lebih baik (lebih  tinggi)  dari
bangsa-bangsa  yang  lain  dan tidak ada bangsa lebih rendah
dari  bangsa  yang  lain.   Manusia   terpuji   atau   tidak
semata-mata  hanya karena apa yang ia lakukan. Kemudian kita
datang hanya melalui perbuatan kita yang baik.
 
Dari Al Qur'an:
 
"Sesungguhnya  yang  paling  mulia  di  antara  kamu   dalam
pandangan  Tuhan  ialah yang lebih bertaqwa (memelihara diri
dari kejahatan)." 49: 13.
 
5. Dia mendirikan dan  membentuk,  selama  hidupnya,  negara
yang  kuat,  yang  didasarkan  pada  cita-cita  yang tinggi.
Negara  Islam  dilahirkan  pada  zaman  di  mana  pemerintah
diciptakan  sebagai  penguasa,  lebih tinggi dari rakyat dan
melakukan sesuatu tanpa persetujuan rakyat.
 
Rakyat tidak pernah mengecap  persamaan  dengan  orang-orang
yang memerintah mereka. Juga tidak ada persamaan mereka satu
sama lain.
 
Berbeda betul dengan ajaran Islam. Menurut Islam, pemerintah
adalah   hasil   dari  pemberian  kepercayaan  rakyat  untuk
memimpinnya.   Jadi,   semua   orang   yang    mengembangkan
prinsip-prinsip  demikian  dihubungkan satu dengan yang lain
dan dianggap menjadi bersaudara.
 
6. Dia mengalahkan seluruh penentang-penentangnya,  dan  tak
satu golongan pun dapat mengalahkannya.
 
Dia  adalah Nabi yang menjamin kebebasan beragama ketika dia
cukup kuat untuk menguasai mereka.
 
Dia dan pengikut-pengikutnya dikejar-kejar selama tiga belas
tahun. Dia tidak pernah berbicara tentang kebebasan beragama
ketika dalam pengejaran.
 
Bila  dia  mengalahkan  seluruh  musuh-musuhnya  dan   dapat
menghukum  orang-orang  yang  menindas,  dia  memberitahukan
Wahyu sebagai berikut:
 
"Tidak ada paksaan dalam  agama;  sesungguhnya  telah  jelas
jalan yang benar dari jalan yang salah." 2: 256.
 
8.  Dia  adalah  satu-satunya  Nabi yang mengumumkan dirinya
sebagai  Nabi  terakhir,  kematiannya   mengakhiri   sejarah
kenabian.
 
Banyak  orang  yang  mengaku-ngaku  jadi  "nabi," tetapi tak
seorangpun bisa membuktikannya.
 
Dan sekarang, setelah  tiga  belas  abad  dari  kematiannya,
Muhammad  masih tercantum di dalam sejarah sebagai Nabi yang
terakhir.
 
9. Dia satu-satunya  Nabi  yang  memperkenalkan  pada  dunia
sebuah  buku  yang  tidak  berisikan kata-kata dari manusia.
Al-Qur'an bukan merupakan  suatu  dialog  antara  Tuhan  dan
manusia,  seperti  buku-buku  suci  yang lain. Qur'an adalah
kata-kata Tuhan yang Dia letakkan pada mulut Muhammad  untuk

disampaikan kepada manusia

WILSON:
 
Ini   sedikit  membingungkan.  Nabi-nabi  sebelum  Muhammad,
seperti  Musa  dan  Isa  diberi  keajaiban  dan   kesaktian,
sedangkan Muhammad tidak menunjukkan atau tidak menyandarkan
pada kejadian-kejadian yang ajaib. Dia membuktikan  kenabian
dengan Qur'an.
 
Mengapa  dia  tidak  menunjukkan keajaiban yang sama seperti
Yesus (Isa) dan Musa?
 
CHIRRI:
 
Ada  dua  alasan  untuk  membedakan  antara  keajaiban  tipe
Muhammad    dengan    keajaiban-keajaiban   Nabi-nabi   yang
mendahuluinya:
 
1. Keajaiban Yesus dan Musa adalah benar dan sangat  menarik
perhatian,   tetapi  kenyataan  menunjukkan  bahwa  meskipun
mereka  menunjukkan   keajaiban,   tetapi   tidak   membikin
masyarakat pada waktu itu percaya kepada Nabi-nabi itu, atau
mengikuti ajaran-ajarannya.
 
Sejarah menunjukkan Bani Israel tidak mengikuti  Nabi  Musa,
walaupun   dia   sudah   menunjukkan   pada  mereka  seluruh
keajaibannya.
 
Misalnya, setelah menyeberangi laut  dengan  berjalan  kaki,
mereka  toh  tidak  setia  kepada  ajaran Musa. Setelah Musa
pergi   ke   gunung   untuk   menerima    perintah-perintah,
sekembalinya  malah  mendapatkan  Bani  Israil tersesat dari
jalan Tuhan.
 
Yesus (Isa) diikuti oleh sejumlah besar orang-orang,  tetapi
bila  kegawatan  datang,  dia ditinggalkan sendirian, bahkan
juga oleh murid-muridnya.
 
Rakyat,  pada  umumnya,  tidak  pernah  bisa  dibujuk   oleh
keajaiban-keajaiban untuk mengikuti ajaran-ajaran yang baik.
 
Bila  mereka  menyaksikan  pertunjukan  yang ajaib, sebagian
besar   mereka   mengatakan    bahwa    pelaku-pelaku    itu
penipu-penipu dan tukang-tukang sihir.
 
Andaikata  keanehan  yang  sama diulang pada waktu Muhammad,
hal itu tidak akan mempunyai hasil lebih baik daripada  yang
sebelumnya.
 
Maka  dari  itu,  cara menunjukkan keajaiban-keajaiban telah
diganti.
 
2. Kelihatannya keanehan-keanehan (keajaiban-keajaiban) Musa
&   Isa(Yesus)   adalah   sangat   produktif.  Kenyataannya,
keajaiban Musa dan Isa bersifat tidak  permanen.  Tidak  ada
perbuatannya   yang   dapat  dilihat  dua  kali,  tidak  ada
perbuatannya yang langgeng. Membuat orang buta dapat melihat
atau membuat orang mati hidup kembali memang suatu perbuatan
yang ajaib, tetapi jika perbuatan itu hilang  (tidak  tampak
lagi)  maka  orang  pun  tidak  setia  lagi.  Segera setelah
perbuatan keajaiban itu  diselesaikan,  maka  hal  itu  akan
menjadi   sejarah.  Orang-orang  yang  tidak  melihat  harus
percaya pada saksi (kesaksian) dari orang-orang  yang  telah
melihat hal itu.
 
Dengan  Muhammad, hal ini berbeda. Dia adalah Nabi terakhir.
Dia tidak dapat percaya pada setiap  perbuatan  yang  ajaib,
sebab  tidak ada perbuatan keajaiban dapat berlangsung cukup
lama hingga dapat dilihat  oleh  generasi-generasi  berikut.
Memang  dia  harus percaya kepada beberapa keajaiban, tetapi
keajaibannya harus dari jenis  (tipe)  yang  berbeda.  Yaitu
keajaiban  yang  bisa diuji oleh generasi-generasi yang akan
datang sama baiknya dengan pada masa keajaiban itu terjadi.
 
Pada suatu waktu bila  tidak  ada  kamera  atau  film  untuk
merekam  satu kejadian yang dapat disaksikan pada waktu yang
berbeda-beda, kita tidak  dapat  membayangkan  setiap  jenis
dari keajaiban apapun kecuali dengan ucapan.
 
Bila  suatu  ucapan dicatat di dalam sebuah buku, keunggulan
itu dapat disaksikan dan diuji pada  setiap  saat  dan  pada
setiap  generasi.  Bila itu tidak dapat ditandingi, itu akan
ditinggal selamanya, dan  keunggulannya  dapat  dikaji  oleh
seluruh  generasi-generasi.  Ini adalah jenis keajaiban yang
pantas dipunyai seorang  Nabi  terakhir,  dan  itu  sebabnya
mengapa  Muhammad  dilengkapi  dengan  Kitab  Suci Al-Qur'an

sebagai suatu bukti dari kebenarannya

Tidak ada komentar: