Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2008

Keistimewaan Kenabian Nabi Muhammad saw

Keistimewaan Kenabian Muhammad
 
WILSON:
 
Penghargaan  dan penghormatan dari orang-oran yang berbahasa
Arab terhadap Qur'an  memang  sudah  semestinya.  Saya  juga
begitu.
 
Dalam  sejarah  tidak  pernah  ada  percobaan  yang berhasil
menandingi Qur'an baik oleh perorangan maupun kelompok. Kita
tahu  bahwa  orang-orang  yang  berbicara  bahasa Arab tidak
semuanya orang Islam.
 
Kita juga tahu bahwa orang-orang  Arab  pada  saat  Muhammad
adalah sangat ahli di dalam seni-pidato, dan kita tahu bahwa
sebagian besar dari mereka tak berdaya dilawan  oleh  Islam.
Qur'an  telah  menentang  mereka  dan generasi-generasi yang
akan datang yang coba-coba menandinginya.
 
Keulungan  Al-Qur'an  adalah  suatu  kenyataan   dan   tidak
diragukan   lagi.  Tetapi  saya  ingin  tahu  Al-Qur'an  itu
mempunyai apa saja,  di  samping  keunggulan  dan  keindahan
bahasanya,  yang mendukung bahwa Al-Qur'an benar-benar wahyu
dari Tuhan dan Muhammad benar-benar NabiNya.
 
CHIRRI:
 
Dalam Al-Qur'an terdapat  banyak  petunjuk-petunjuk  tentang
hal-hal  yang akan terjadi, dan ramalan-ramalan itu ternyata
terbukti.  Pengetahuan  tentang  "masa  datang"  hanya  pada
Tuhan, dan tidak terdapat pada manusia.
 
Manusia  telah maju begitu jauh didalam ilmu pengetahuan dan
teknologi  untuk  mencapai  suatu  tingkat  yang  diinginkan
sebelumnya.
 
Walaupun  kemajuan  manusia  didalam  ilmu pengetahuan sudah
begitu jauh, dia masih tidak dapat melihat  masa  yang  akan
datang.
 
Ada  keterangan-keterangan  yang  dimuat di dalam Kitab Suci
Al-Qur'an yang berhubungan dengan keadaan yang  akan  datang
yang tidak dapat diramalkan oleh manusia.
 
Ramalan-ramalan itu terbukti semuanya, ini menunjukkan bahwa
Qur'an  adalah  benar-benar   wahyu   Tuhan   dan   Muhammad
benar-benar pesuruh Tuhan.
 
Beberapa  dari  ramalan-ramalan  itu berhubungan dengan masa
depan Kitab Suci Qur'an  itu  sendiri.  Ramalan-ramalan  ini
adalah sebagai berikut:
 
1. "Sesungguhnya Kami menurunkan Peringatan (Qur'an) itu dan
sesungguhnya Kami Penjaganya," 15:9.
 
Ayat ini menerangkan  pada  kita  bahwa  Qur'an  tidak  akan
binasa.  Qur'an  tidak  dapat hilang dari dunia ini. Ramalan
ini benar. Qur'an diperkenalkan oleh seorang Nabi yang tidak
sekolah dan tidak dapat membaca dan menulis. Dia mengenalkan
itu di dalam suatu bahasa dari suatu bangsa yang buta huruf.
Pada  saat  itu,  tidak ada 100 orang dalam sejuta yang bisa
baca tulis. Juga mayoritas melawan Nabi dan kitabnya.  Dalam
keadaan   ini,  kitab  itu  diharapkan  binasa  dan  hilang.
Kesempatan-kesempatan  penerusan  untuk  beberapa   generasi
adalah sangat kecil.
 
2. Ayat yang berikut:
 
"Al-Qur'an  itu  adalah Kitab yang cukup berkuasa. Al-Qur'an
itu tiada didatangi kepalsuan baik dari hadapannya atau dari
belakangnya.  Itulah  wahyu  dari  Tuhan  yang Bijaksana dan
Terpuji." 41: 41-42
 
Ayat ini menerangkan pada dunia  bahwa  Qur'an  tidak  dapat
diselipkan  kata-kata  yang  berasal dari sebelum wahyu itu,
dan juga tidak dapat diselipkan kata-kata yang berasal  dari
setelah  wahyu itu. Qur'an akan murni dan akan selalu murni.
Ramalan ini juga berlawanan dengan apa yang dikira  manusia.
Sebuah  kitab  yang diperkenalkan di dalam suasana ini tidak
dapat diharapkan untuk tetap murni tanpa penyelipan.
 
Tidak ada mesin cetak pada saat wahyu itu diturunkan, bahkan
sampai beberapa abad setelah Muhammad.
 
Sejarah  menunjukkan  pada  kita  bahwa tidak ada kitab suci
yang tetap murni tanpa penyisipan.
 
Kitab-kitab suci mengalami  perubahan  selama  berabad-abad.
Dua  ramalan  yang  telah  benar-benar  terbukti. Kitab Suci
Qur'an tidak binasa.
 
Al-Qur'an  berada  dan  menjadi  pegangan  kehidupan  sampai
sekarang.
 
Setiap  Muslim  diharapkan  sembahyang iima kali sehari, dan
dalam setiap sembahyang mencakup pengucapan dari Kitab  Suci
Al-Qur'an.
 
Beratus-ratus juta orang Islam menjalankan sembahyang setiap
harinya,  dan  beratus-ratus  juta  kalimat-kalimat   Qur'an
diucapkan.
 
Bukti  ramalan  kedua  pun  sangat  jelas: Kitab Suci Qur'an
tidak berubah. Tak satu kata  pun  dari  kata  manusia  yang
diselipkan ke dalamnya. Bahkan pengeritik-pengeritik menguji
kemurnian naskah dari buku besar ini.
 
Kata-kata dari Qur'an yang kita baca sekarang  adalah  tetap
sama  dengan  kata-kata  yang  diucapkan  oleh Nabi Muhammad
sendiri tanpa pengurangan atau penambahan.
 
3. Kitab Suci Qur'an  berisikan  banyak  ucapan-ucapan  yang
mengundang    penentang-penentang    Islam   untuk   membuat
percakapan bahasa Arab yang akan mernperbandingkan  terhadap
ucapan Qur'an.
 
Salahsatu dari ucapan-ucapan itu yaitu sebagai berikut:
 
"Katakan!  Sesungguhnya  kalau manusia dan jin itu berkumpul
untuk mengadakan yang serupa Al-Qur'an ini niscaya  tiadalah
mereka  dapat  membuat  serupa  dengan  Qur'an  itu  biarpun
sebagiannya menjadi pembantu bagi yang lain." 17: 88.
 
Ucapan ini tidak hanya melarang manusia mengubah ucapan  dan
perbincangan   yang   dapat  (boleh)  dibandingkan  terhadap
Qur'an, tetapi juga meramalkan  secara  jelas  bahwa  setiap
percobaan yang seperti itu akan gagal, dan Kitab Suci Qur'an
akan tetap unggul terhadap semua  perbincangan  bahasa  Arab
yang  lain. Ucapan ini mempunyai jangkauan yang sangat jauh.
Hal itu menyatakan bahwa Kitab Suci Qur'an tidak akan  dapat
ditandingi, baik sekarang atau di masa yang akan datang.
 
Kita   tahu   bahwa   manusia  berbakat  dan  trampil  dalam
memperkembangkan dan memperbaiki sesuatu. Ini  adalah  benar
di dalam segala bidang.
 
Penemuan    ilmu   pengetahuan   selalu   diharapkan   untuk
memperkembangkan dan memperbaiki  melalui  ilmu  pengetahuan
dan teknologi.
 
Pesawat  terbang  yang  pertama  membuka  dasar, tidak boleh
tidak sangat ajaib, tetapi pesawat terbang itu  tidak  dapat
disamakan dengan setiap pesawat-pesawat terbang sekarang.
 
Marilah kita misalkan bahwa pencipta pesawat terbang pertama
telah meramalkan bahwa pesawat terbangnya  tidak  akan  sama
pada masa yang akan datang.
 
Ramalan demikian akan sangat tidak masuk akal, dan akan kita
buktikan kesalahannya di dalam satu dekade (dalam  waktu  10
tahun).
 
Muhammad  mengucapkan kata-kata ini sekitar empat belas abad
yang lalu, tetapi pernyataannya masih tetap benar, dan dunia
tidak dapat membuktikan kesalahannya. Sebaliknya, pernyataan
itu sekarang menjadi lebih berarti daripada sebelumnya.
 

Makin lama ramalan itu makin lebih terbukti kebenarannya.

Kebebasan VS Takdir

Kebebasan VS Takdir
 
WILSON:
 
Ada  suatu  hal  yang  penting   yang   berhubungan   dengan
pengertian  keadilan  Tuhan,  dan  hal itu bertentangan baik
dengan  Agama  maupun  filsafat  (pandangan   hidup)   yaitu
kebebasan manusia.
 
Baik   filosof   maupun  guru-guru  Agama  berbeda  pendapat
mengenai masalah ini. Sebagian mereka menganjurkan kebebasan
manusia  dan  bahwa  apapun  yang  ia  lakukan  adalah  atas
kebebasan kemauannya sendiri; sebagian menolak kebebasan ini
dan berfikir bahwa apa yang nampaknya menjadi suatu tindakan
yang bebas atau tidak bebas dari manusia adalah tunduk  pada
aturan yang sudah digariskan lebih dulu.
 
Saya   telah  membaca  beberapa  bacaan  Islam  bahwa  Islam
mempercayai Takdir dan bahwa semua yang  dikerjakan  manusia
telah  ditakdirkan oleh Tuhan, dan bahwa manusia tidak dapat
merubah arah-arah yang  sudah  ditetapkan.  Saya  baca  juga
perbedaan   pandangan   Islam  yang  menganjurkan  kebebasan
manusia dan menolak pengertian Takdir pada tindakan  manusia
atau   tidak   bertindaknya  manusia.  Saya  sekarang  ingin
membicarakan dengan anda masalah ini  dan  memeriksa  apakah
Islam benar-benar mengajarkan hal yang penting.
 
CHIRRI:
 
Untuk  membatasi  masalah  dari  pembicaraan  kita,  hal ini
memerlukan penjelasan bahwa pembicaraan kita tidak  mencakup
kondisi-kondisi   tertentu   yang   tidak   disebabkan  oleh
keinginan manusia itu sendiri,  seperti  penyakit,  kebutaan
dan kematian.
 
Di  dalam  hal  ini ketidak bebasan manusia telah jelas. Tak
seorangpun dapat menggugat bahwa manusia mempunyai kebebasan
di  dalam  kondisi-kondisi demikian, sebab masalah ini tidak
terjadi  karena  pilihan  manusia.  Pembicaraan  kita  hanya
mencakup   kerja  manusia  dan  tindakannya  dimana  manusia
bertindak   oleh   pilihannya   sendiri   dan    kemauannya.
Pertentangan  lama masih ada dan membagi manusia menjadi dua
bagian: ada yang berpegang pada kebebasan manusia, dan  yang
lain berpegang pada takdir.
 
Islam,  seperti  yang  anda  ketahui,  menerangkan pada kita
bahwa Tuhan melahirkan  firman-firman  tertentu:  bahwa  Dia
akan     menghadiahi    orang-orang    yang    patuh    pada
firman-firmanNya, dan bahwa Dia akan  menghukum  orang  yang
tidak patuh yaitu orang-orang yang tidak memenuhi permintaan
firman-firman ini.
 
Suatu Agama dapat kukuh hanya  bila  menganjurkan  kebebasan
manusia.  Suatu  Agama  yang menganjurkan kedua-duanya yaitu
keadilan Tuhan dan  Takdir,  jelas  akan  bertentangan  bila
Agama   itu   menerangkan   bahwa   Tuhan  akan  menghadiahi
orang-orang yang patuh pada firman-firmanNya  dan  menghukum
yang  tidak  patuh.  Bila  bertindaknya  manusia  atau tidak
bertindaknya  adalah  tidak  lebih  dahulu  ditentukan  oleh
Tuhan, manusia tidak akan dapat merubah tujuannya. Dia tidak
akan dapat melakukan sesuatu setelah dia  ditakdirkan  tidak
melakukan  hal itu. Manusia akan seperti mesin. Sebuah mesin
tidak dapat berputar dengan sendirinya,  merubah  tujuannya,
dan  mustahil  mengatakan  sebuah  mesin memenuhi permintaan
pesanan tertentu, mustahil menghadiahi mesin atau  menghukum
mesin.
 
Melenyapkan   kebebasan   manusia   akan   merusak   seluruh
pengertian (konsep) Agama.  Sebenarnya,  bila  kita  menolak
kebebasan  manusia  maka  tidak akan perlu ilham atau wahyu.
Dan tidak perlu mengirim  Nabi-nabi  untuk  mengajarkan  dan
memimpin manusia.
 
Bila  seseorang  ditakdirkan  menjadi Atheist dia tidak akan
menjadi orang yang beragama, dan tidak ada  nabi  vang  akan
dapat merubah hatinya. Seorang yang ditakdirkan jahat, tidak
akan menjadi warga yang baik
 
Kebebasan  manusia  sebenarnwa   merupakan   dasar   seluruh
pengertian   Agama,  dan  Islam  dengan  jelas  menganjurkan
kebebasan manusia.
 
WILSON:
 
Dari pembicaraan kita yang telah lalu, saya tahu bahwa Islam
menganjurkan dengan tegas azas keadilan Tuhan.
 
Islam,  karena itu diharapkan menganjurkan kebebasan manusia
dan menentang pengertian takdir atau apa yang  dikatakan  di
dalam   filsafah   "Determinism"   (ketentuan).  Saya  ingin
mengetahui bagaimana kitab suci  Qur'an  menunjukkan  secara
jelas mengenai kebebasan manusia.
 
CHIRRI:
 
Kitab  Suci  Qur'an  telah  menerangkan  berulang kali bahwa
manusia adalah makhluk  yang  bebas.  Dan  menyatakan  bahwa
manusia sanggup merubah keadaannya .
 
"Sesungguhnya   Tuhan  tiada  merubah  keadaan  suatu  kaum,
sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri." 13:11.
 
Bila rnanusia ditakdirkan untuk mengambil  tujuan  tertentu,
dia tidak akan dapat merubah tujuan itu. Adapun juga yang ia
lakukan atau tidak lakukan, bukan  oleh  pilihannya,  tetapi
oleh keharusan.
 
Kitab  Suci Qur'an juga menyatakan bahwa Tuhan tidak meminta
individu melakukan hal yang tidak mungkin,  Dia  juga  tidak
membuat sukar pesuruh-pesuruhNya.
 
"Tuhan tidak memikulkan kewajiban kepada seseorang, hanyalah
sekedar kekuatannya." 2: 286.
 
"Tuhan  tidak  hendak  menyusahkan   kamu,   tetapi   hendak
menyucikan  dan  mencukupkan  karuniaNya kepada kamu, supaya
kamu bersyukur." 5:6.
 
Bila manusia ditakdirkan  untuk  menjadi  orang  yang  tidak
sembahyang  atau  melakukan  pembunuhan dan Tuhan mengatakan
padanya  jangan   membunuh   atau   memerintahkannya   untuk
sembahyang,   Dia   akan  memberikan  kesengsaraan  terbesar
padanya, dan Dia akan meminta darinya  untuk  melakukan  apa
yang tidak mungkin baginya.
 
Manusia   diperintahkan  sembahyang  dan  dilarang  membunuh
menunjukkan bahwa Tuhan memandang  manusia  sebagai  makhluk
bebas,  dan  apapun yang diperintahican untuk melakukan atau
tldak melakukan adalah dalam batas kemampuannya. Kitab  Suci
Qur'an  telah  juga  menjelaskan  kebebasan  manusia  dengan
menekankan pertanggungan jawab dari  setiap  individu  untuk
setiap apa yang ia lakukan:
 
"Barangsiapa  melakukan  kebaikan,  maka  kebaikan itu untuk
dirinya sendiri dan barangsiapa  melakutan  kesesatan,  akan
merugikan  dirinya  sendiri. Dan seorang pemikul beban tiada
dapat memikul beban orang lain."
 
"Katakan: Hai manusia, sesungguhnya  telah  datang  kepadamu
kebenaran  dari  Tuhanmu, sebab itu siapa yang menurut jalan
yang  benar,  dia  menurut  jalan  yang  benar   itu   untuk
(kebaikan)   dirinya,  dan  siapa  yang  tersesat  maka  dia
tersesat untuk dirinya. Dan Aku  bukan  penjaga  kamu."  10:
108.
 
Setiap  pengertian  dari  pertanggungan  jawab dari individu
jelas menunjukkan bahwa perorangan adalah wakil  yang  bebas
(a  free agent). Wakil yang tidak bebas tidak dapat dibebani
tanggungjawab untuk segala sesuatu yang  mungkin  dihasilkan
olehnya.
 

Pertanggungan jawab tidak dapat dipisahkan dari kebebasan.

WILSON:
 
Ayat-ayat  yang  telah  anda  kutip  dari  Kitab Suci Qur'an
benar-benar  menunjukkan  bahwa  manusia   diberi   sejumlah
kebebasan yang cukup yang membuat dia bertanggung jawab, dan
patut menerima hadiah (ganjaran) atau  hukuman  tentang  apa
yang  diperbuat.  Akan  tetapi,  ada beberapa ayat-ayat yang
dikutip dari Qur'an yang menganjurkan takdir. Ayat-ayat  ini
menunjukkan bahwa tindakan manusia dikontrol oleh Tuhan.
 
Ayat-ayat itu sebagai berikut:
 
"Sesungguhnya,  inilah suatu peringatan, dan siapa yang mau,
hendaklah mengambil jalan kepada Tuhannya.
 
Dan tiadalah kamu mau,  melainkan  kalau  Tuhan  menghendaki
..." 76: 29-30.
 
"Hal  itu  adalah  ujian engkau, akan menyesatkan siapa yang
engkau kehendaki dan memimpin siapa yang engkau  sukai  ..."
7:155
 
Ayat-ayat ini menunjukkan pertentangan dengan ayat-ayat yang
anda kutip. Ini  menyebabkan  keragu-raguan  dan  melahirkan
sebuah dilemma (masalah).
 
CHIRRI:
 
Untuk seorang Muslim, Kitab Suci Qur'an adalah catatan ilham
(wahyu) yang teliti.  Qur'an  hanya  berisi  kebenaran,  dan
seluruh  isi-isi  Qur'an harus benar. Kebenaran tidak pernah
bertentangan dengan kebenaran yang lain.
 
Bila ada dua kelompok ayat-ayat Qur'an yang berlawanan  satu
dengan  yang  lain,  maka  harus  diperlakukan di dalam cara
tertentu.  Bila  salah  satu  kelompok-kelompok  menunjukkan
pertentangan mengenai sesuatu hal dengan kelompok yang lain,
kelompok yang lebih jelas akan diikuti. Kelompok  yang  lain
harus   diartikan   dalam  arti  terbatas  yang  tidak  akan
bertentangan dengan yang pertama.
 
WILSON:
 
Tuhan adalah pencipta dari seluruh alam semesta, dan seluruh
kejadian-kejadian. Tidak ada kejadian di dunia ini berada di
luar ciptaanNya. Kemauan manusia adalah satu  dari  kejadian
(peristiwa-peristiwa) yang mengambil bagian di dunia ini.
 
Karena itu manusia tidak berkeinginan bebas. (free will).
 
CHIRRI:
 
Bila   ini  adalah  benar,  kita  harus  menganggap  seluruh
ketidak-adilan-ketidak-adilan, dan kejahatan-kejahatan  yang
manusia perbuat disebabkan oleh Tuhan. Tetapi tidak ada yang
percaya  bahwa   Tuhan   membuat   kesalahan-kesalahan   dan
dosa-dosa  kita.  Yang  benar,  Tuhan  menciptakan pada diri
manusia kemampuan  memilih,  dan  ini  maksudnya  bahwa  Dia
menyumbangkan  pada  manusia bebas untuk berkeinginan. Tuhan
dapat mengarahkan keinginan manusia dan membuat dia  memilih
tujuan  tertentu  bila  Dia  mau,  tetapi  tidak  ada  bukti
menunjukkan bahwa  Tuhan  berbuat  demikian  dan  merintangi
kemauan/keinginan-keinginan kita.
 
Karena Dia menyumbangkan pada kita kemarnpuan untuk memilih,
kita akan mengharap Dia membiarkan kita tanpa campur-tangan.
 
Tuhan mengharamkan kita menggunakan  kekuatan  kita  memilih
dan membuat keputusan sendiri dan mempunyai pilihan sendiri.
 
WILSON:
 
Tuhan  mengetahui  masa  depan  kita, masa sekarang dan masa
lalu. Dia mengetahui apa yang akan saya lakukan di masa yang
akan datang yang masih jauh, seperti Dia mengetahui tindakan
saya  sekarang  yaitu  pada  ucapan   kata-kata   ini.   Dia
mengetahui sebelum kita dilahirkan apa tujuan yang akan kita
ambil setelah kelahiran kita dan masa-depan kita.
 
Segala sesuatunya diketahuiNya, seluruh tindakan kita  telah
ditentukan jauh sebelum kita berbuat.
 
Kita  tidak  akan  dapat  mengambil arah-arah yang baru yang
tidak diketahui  Tuhan, juga tidak dapat kita   menggagalkan
mengambil  tujuan  yang  telah ditentukan olehNya. Kegagalan
kita untuk mengambil setiap tujuan yang telah  Dia  ketahui,
akan  menjadi suatu kegagalan pada ilmuNya. Ilmu Tuhan tidak
pernah gagal.
 
CHIRRI:
 
Ilmu kita tidak menentukan kejadian-kejadian itu, juga  ilmu
kita tidak menyebabkan kejadiankejadian itu terjadi.
 
Saya   ambil   contoh:  Seluruh  pekerja  pada  pabrik  akan
makan-siang pada waktu siang. Ini tidak berarti  bahwa  ilmu
saya   atau   pengharapan   saya  telah  menyebabkan  mereka
makan-siang  pada  waktu  itu.  Tuhan,  tidak  boleh  tidak,
mengetahui  masa-depan  kita, tetapi ini tidak perlu berarti
bahwa seluruh  tindakan  masa  depan  kita  disebabkan  oleh
ilmuNya.   Masing-masing  dan  tiap  tindakan-tindakan  kita
mempunyai sebab-sebab  tersendiri,  dan  faktor  pokok  pada
setiap  tindakan  kita  adalah terutama kemauan manusia yang
memerlukan tindakan demikian.
 
Tuhan mengetahui bahwa saya akan melakukan sesuatu pekerjaan
tertentu  oleh  keinginan  saya  sendiri.  Karena ilmu Tuhan
tidak gagal, tindakan saya harus menjadi tindakan yang bebas
yang disebabkan oleh kebebasan keinginan saya.
 
Ilmu  Tuhan  tidak  pernah gagal, karena itu saya tidak akan
gagal  membuat  keputusan  saya  sendiri  dengan   kebebasan
keinginan saya sendiri (by my own free will).
 
WILSON:
 
Diskusi ini telah membuat masalah ini benar-benar jelas.
 
Pokok  terakhir  yang  anda terangkan adalah sangat penting.
Sebenarnya, alasan terakhir yang  saya  kemukakan  meragukan
iltnu  dari  suatu  kejadian  dengan  sebab-sebabnya, tetapi
setiap   kejadian   biasanya   mempunyai   penyebab-penyebab
sendiri.  Kita  tahu Tuhan mengetahui bahwa setiap perbuatan
kita menjadi hasil dari keinginan kita sendiri.  Dan  karena
Tuhan  telah memberikan pada kita kemampuan memilih, kemauan
kita harus merupakan hasil yang bebas  dari  kemampuan  itu.
Ilmu  Tuhan  tidak  akan pernah gagal, karena itu kita tidak
akan  gagal  memiliki   perbuatan-perbuatan   kita   sebagai
hasil-hasil dari kebebasan kemauan kita sendiri.
 
Bila  kita menyetujui azas-azas (doktrin) kebebasan manusia,
kita akan teguh dan kita  akan  selamat  dari  pertentangan.
Azas  keadilan  Tuhan  tidak  dapat  didamaikan  dengan azas
takdir. Kita tidak dapat mengatakan bahwa perbuatan  manusia
diperlukan  Tuhan, kecuali jika kita menolak keadilan Tuhan.
Karena kita tidak ingin meninggalkan  azas  keadilan  Tuhan,
juga kita tidak ingin percaya dalam pertentangan, kita harus

menolak dengan mutlak azas Takdir.

Minggu, 26 Oktober 2008

Definisi Islam

Definisi Islam
 
WILSON:
 
Salah satu yang penting dalam tiap diskusi adalah  membatasi
pokok  diskusi.  Seperti yang akan kita lakukan pada diskusi
Islam, saya ingin agar anda memberi batasan arti  dari  kata
"Islam"  sebab  ini  adalah  bahasa  Arab,  dan  perlu untuk
orang-orang yang bukan Arab mengetahui artinya.
 
Saya telah mendengar lebih jauh satu definisi  tentang  kata
ini, saya ingin mendengar dari anda.
 
Ada  kata-kata  Arab  yang lain "Muslim" yang harus dibatasi
untuk kepentingan orang-orang yang bukan Arab  yang  mungkin
sering  dibacanya  tanpa mengerti arti yang sebenarnya, atau
akan kacau dengan kata Islam.
 
CHIRRI:
 
Arti yang sebenarnya dari Islam adalah penerimaan dari suatu
pandangan  atau  suatu  keadaan  yang mula-mula ditolak atau
tidak diterima.
 
Di dalam Al-Qur'an,  Islam,  seringkali  diartikan  kerelaan
dari   seseorang   untuk   menjalankan  perintah  Tuhan  dan
mengikutinya.
 
"Moslem" adalah kata keadaan daripada Islam.  Ini  berkenaan
dengan orang yang bersedia (rela) menjalankan perintah Tuhan
dan mengikutinya.
 
"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani
akan  tetapi  dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan
diri  (kepada  Allah)  dan  sekali-kali  bukanlah  dia  dari
golongan orang-orang musyrik." 3:67.
 
Dua  kata-kata  itu,  memperoleh  arti  yang  khusus setelah
mengenal pesan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.
 
Pesan yang disampaikan pada Muhammad  dinamakan  Islam,  dan
mengaku percaya pada pesan-pesannya adalah juga Islam.
 
Moslem,  berarti  seorang  yang mengikuti pesan Muhammad dan
percaya akan kebenarannya.
 
WILSON:
 
Apa hubungannya antara arti mula-mula Islam  dan  arti  yang
khusus setelah adanya Muhammad?
 
CHIRRI:
 
Arti  kata  Islam  yang  baru  erat  hubungannya dengan yang
mula-mula,  sebab  Muhammad   telah   memperlihatkan   bahwa
ajaran-ajarannya    terdiri   dari   ajaran-ajaran   seluruh
Nabi-nabi dan seluruh perintah Tuhan.
 
Dan bila anda percaya pada kebenaran Muhammad dan  mengikuti
pesan-pesannya,  anda  sebenarnya akan memulai kerelaan anda
untuk mematuhi perintah-perintah Tuhan tanpa syarat.
 
WILSON:
 
Ada cara-cara  tertentu  untuk  seorang  yang  akan  memeluk
agamanya.  Misalnya  melalui  upacara baptis (dipermandikan)
sesuai dengan nama-nama Kristen, setelah itu orang  tersebut
akan  menjadi seorang Kristen. Adakah peraturan (cara) untuk
orang yang akan memeluk agama Islam?
 
CHIRRI:
 
Tidak ada upacara  atau  cara  untuk  seseorang  yang  ingin
memeluk  agama  Islam.  Hanya  diperlukan  satu ucapan, atau
percaya isi pernyataan dari kepercayaan:
 
"Saya menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali  Tuhan  Yang
Maha Esa (Maha Kuasa), dan Muhammad adalah pesuruhNya."
 
WILSON:
 
Mengapa  pernyataan  yang  demikian  cukup  untuk  pengakuan
seseorang kedalam agama Islam?
 
CHIRRI:
 
Bila seseorang menyatakan bahwa  dia  mempercayai  kebenaran
Muhammad, dia sesungguhnya menyatakan bahwa dia percaya pada
semua yang  telah  diperkenalkan  oleh  Muhammad  dan  untuk
seluruh ajaran-ajarannya.
 
Ini    mencakup    seluruh    ajaran    Al-Qur'an,   seluruh
perbuatan-perbuatan    dan    seluruh    perkataan-perkataan
Muhammad,   apakah   berkenaan   dengan   kepercayaan  atau
pelaksanaannya.
 
Bila seseorang mempercayai isi pernyataan  dari  kepercayaan
dia otomatis menjadi Muslim.
 
Ucapan   dari   pernyataannya   akan  didemonstrasikan  pada
Muslim-muslim yang  lain  bahwa  dia  adalah  pemeluk  agama
Islam.
 
Untuk  ini,  tidak  ada  Muslim  yang  mempunyai  hak  untuk
menolaknya masuk kedalam kepercayaan, sebab dia adalah orang
yang  percaya  Islam  dan  tidak ada yang diperlukan kecuali
itu.
WILSON:
 
Apakah   seseorang   yang   memeluk   agama   Islam   dengan
pertimbangan  terlebih  dahulu  akan  sama dengan orang yang
sejak lahir telah memeluk agama Islam?
 
CHIRRI:
 
Pemeluk agama Islam adalah sama dengan setiap pemeluk  agama
Islam yang lain di mata Kitab Suci Al-Qur'an.
 
Selanjutnya,  seorang  yang  baru  memeluk agama Islam lebih
beruntung daripada seorang yang sejak  lahir  telah  menjadi
Islam, karena dua alasan:
 
1.  Seorang  pemeluk  agama  Islam yang baru, patut menerima
balasan (ganjaran) yang  lebih  besar  daripada  orang  yang
Islam sejak lahir.
 
Seseorang yang baru masuk Islam biasanya setelah menyelidiki
kebenarannya dan mengatasi  krisis  kejiwaan,  sebab  pindah
agama   adalah   bukan   suatu  pekerjaan  yang  mudah.  Ini
memerlukan  keberanian  yang  besar  dan  usaha,   sedangkan
seorang  Muslim  sejak  lahir  dia menerima Agamanya sebagai
peninggalan.
 
2. Seorang pemeluk agama Islam yang baru, dianggap murni dan
bebas   dari   setiap   dosa   yang   telah  lewat.  Seluruh
dosa-dosanya yang lalu dihapuskan samasekali. Dia hanya akan
bertanggung  jawab  untuk dosa-dosa yang dia perbuat setelah
dia  masuk  Islam.  Jadi,  bila  seseorang  menjadi  Muslim,
katakanlah pada pagi hari sudah matahari terbit dan kemudian
meninggalkan sebelum tengah hari, dalam pandangan Islam  dia
dimasukkan kedalam surga.
 
Dia  tidak  harus  menyelenggarakan sembahyang shubuh (pagi)
sebab dia menjadi Islam setelah matahari timbul, juga  tidak
dia  harus  menyelenggarakan sembahyang siang hari (zhuhur),
sebab dia meninggal sebelum waktu sembahyang siang (zhuhur).
 
WILSON:
 
Kadang-kadang   saya   menemui   bahwa    Islam    dikatakan
"Deen-El-Touhid"       dan      kadang-kadang      dikatakan
"Deen-El-Fitrah." Kedua  nama  tersebut  dari  bahasa  Arab,
keduanya  harus  ditafsirkan  untuk  kepentingan orang-orang
yang bukan Arab.
 
CHIRRI:
 
"Deen-El-Touhid,' berarti agama  yang  mempercayai  ke-Esaan
Tuhan, dan "Deen-El-Fitrah" berarti Agama yang sesuai dengan
atau yang akan diterima baik oleh kodrat manusia.
 
Islam dikatakan Agama dari satu Tuhan sebab  pokok  utamanya
adalah  kesatuan  Tuhan. Azas dari satu Tuhan adalah prinsip
yang paling ditekankan dan diulang-ulang di dalam Kitab Suci
Al-Qur'an.
 
Waktu  Islam  diperkenalkan  kepada  Dunia, bangsa-bangsa di
Dunia pada umumnya penyembah-penyembah berhala.
 
Beberapa Agama berkhotbah keesaan Tuhan tetapi dalam  bentuk
yang  tidak  jelas.  Beberapa  di  antara  mereka menganggap
patung berbentuk manusia sebagai Tuhan.
 
Ini adalah yang terpenting  dari  isi  pesan  (berita)  baru
untuk  memperbaiki  penyembah-penyembah  berhala  dan  untuk
menyingkirkan kegelapan yang terdapat  pada  konsep  keesaan
Tuhan.
 
Islam  dikatakan  Agama  alam sebab Islam mengajarkan ajaran
yang akan diterima baik oleh fikiran  manusia  bila  fikiran
manusia bebas dari pemikiran yang tidak logis dan takhyul.
 
Nabi Muhammad berkata:
 
"Setiap  manusia  dilahirkan  didalam  keadaan  murni tetapi
melalui pengaruh dari orang tuanya dia mungkin menjadi bukan
Muslim."
 
Bila  seseorang  dibebaskan dari pemikiran yang tidak logis,
dia dapat dengan mudah  melihat  keteraturan  alam  semesta,
menarik  kesimpulan  bahwa alam semesta hanya mempunyai satu
pencipta.  Ini  adalah  sangat  mudah  dan  sederhana  untuk
fikiran manusia untuk menerima suatu ajaran yang menghendaki
kita untuk mempercayai bahwa lebih  dari  4  billion  tahun,
umur alam dunia telah diciptakan oleh penciptanya.
 
Ini  adalah  sangat  sederhana  untuk  menerima  ajaran yang
menganjurkan kita untuk mempercayai bahwa pencipta dari alam
semesta  adalah  Mutlak  Adil,  Lurus & Pengampun dan dengan
demikian pencipta tidak membebani seseorang dengan dosa-dosa
yang diperbuat orang lain.
 
Ajaran-ajaran  Islam  diterima oleh fikiran manusia, kecuali
jika fikiran manusia diliputi  oleh  beberapa  ajaran-ajaran
yang tidak logis.
 
Inilah   alasannya   mengapa   Islam  dikatakan  agama  alam

(religion of nature).