Tampilkan postingan dengan label Muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2008

Alam Baka

Alam Baka
 
WILSON:
 
Sekarang sampai waktunya membicarakan tentang kekekalan.
 
Perjanjian Lama tidak jelas  dalam  hal  Alam  Baka.  Yahudi
tidak  menekankan  hidup setelah mati. Perjanjian Baru telah
berhubungan dengan  masalah  itu,  dan  membicarakan  dengan
jelas  dari  Alam  Baka.  Oleh  karena  itu,  Kristen,  pada
umumnya, mempercayai Alam Baka. Saya mengetahui bahwa  Kitab
Suci  Al  Qur'an  mengakui  Alam Baka ini, tetapi saya ingin
mengetahui bahwa hal ini  dianggap  salah  satu  dari  pokok
kepercayaan Islam.
 
CHIRRI:
 
Azas dari kebangkitan kembali adalah suatu bab penting dalam
kepercayaan Islam. Islam  menyatakan  bahwa  bangsa  manusia
akan  berhenti  berada  di  planet  ini  dan pada suatu hari
tertentu, ditentukan oleh Tuhan  dan  diketahui  hanya  oleh
Dia,  setiap manusia akan dibangkitkan lagi, karena dia akan
dituntut untuk memberikan laporan apa yang telah ia  lakukan
selama hidupnya.
 
Setiap  orang  akan menerima pada hari itu hadiah (ganjaran)
atau hukuman sesuai dengan perbuatannya baik atau jelek:
 
"Segenap apa yang dibumi akan musnah, dan wajah Tuhan engkau
akan  tetap  tinggal (selamanya), Yang Besar dan Mulia." 55:
26-27
 
"Dan mereka telah  pernah  mengatakan:  Apakah  ketika  kami
telah  mati,  dan  telan  menjadi tanah dan tulang belulang,
akan dibangkitkankah  kami  kembali?  Katakan:  Sesungguhnya
orang-orang  yang  dahulu dan orang-orang kemudian, semuanya
sudah tentu akan  dikumpulkan  bersama-sama  di  waktu  yang
ditentukan, di hari yang terkenal." 56: 47
 
WILSON:
 
Konsep  (pengertian)  tentang  Alam  Baka adalah sangat jauh
dari lingkungan pengalaman  manusia.  Tidaklah  mudah  untuk
memikirkan  bahwa seseorang yang meninggal secara fisik akan
melanjutkan hidup secara rohani atau bahwa  dia  akan  hidup
kemudian,  jauh  setelah  dia  meninggal.  Ilmu pengetahuan,
tidak dapat  membuktikan  kemungkinan  hidup  setelah  mati,
tidak   dapat   memberikan   bantuan  terhadap  konsep  yang
demikian.
 
CHIRRI:
 
Meskipun konsep Alanm Baka  di  luar  lingkungan  pengalaman
kita,  hal  itu  nampak logis. Untuk mengukuhkan, kita harus
menyetujui azas ini.
 
Kita percaya pada Tuhan dan keadilanNya.  Tuhan  yang  Adil,
Yang   Perkasa,   tidak  diharapkan  membiarkan  orang  yang
melakukan kebaikan tanpa suatu hadiah (ganjaran), juga tidak
kita harapkan Dia membiarkan orang-orang yang menindas untuk
tidak dihukum .
 
Berjuta orang yang  berbuat  baik,  menindas  dan  menggoda,
hidup dan meninggal tanpa dibalas.
 
Berjuta-juta  orang  yang berbuat kesalahan, pembunuhan, dan
kekejaman hidup dan meninggal tanpa dihukum  di  dunia  ini.
Tuhan   Yang   Adil  yang  Perkasa,  tidak  akan  membiarkan
orang-orang yang melakukan kesalahan lepas dari  hukumanNya,
juga  Dia  tidak  membiarkan  orang-orang  yang berbuat baik
untuk tidak diberi balasan.
 
Harus  ada  dunia  lain  dimana   akan   ada   waktu   untuk
mempergunakan keadilan Tuhan
 
Kitab  Suci  Qur'an  mendasarkan  keperluan  Alam  Baka pada
konsep keadilan Tuhan:
 
"Di hari itu manusia  berangkat  dalam  beberapa  rombongan,
supaya  kepada  mereka diperlihatkan perbuatannya. Dan siapa
yang  mengerjakan  perbuatan   baik   seberat   atom,   akan
dilihatnya.
 
Dan  siapa  yang  mengerjakan  kejahatan  seberat atom, akan
dilihatnya." 99: 6-8.
 
WILSON:
 
Argumen anda yang mendukung doktrin Alam Baka tidak mencapai
tujuan pokok.
 
Itu  adalah argumen yang baik, tetapi seluruhnya adalah yang
akan kita harapkan suatu dunia di masa datang di mana  Tuhan
menghadiahi   orang-orang   berbuat   baik   dan   menghukum
orang-orang yang berbuat salah, tetapi hal itu  bukan  bukti
bahwa pengharapan kita akan terwujud.
 
Ada  perbedaan  besar  antara apa yang harus terjadi dan apa
yang akan terjadi.
 
Tujuan kita tidak hanya menunjukkan  kebutuhan  untuk  dunia
masa  depan,  tetapi untuk membuktikan, bahwa dunia itu akan
menjadi kenyataan.
 
CHIRRI:
 
Adanya dunia masa depan tak dapat dibuktikan secara langsung
dan kenyataan yang terwujud.
 
Hal  itu  diluar  lingkungan penglihatan atau pengertian dan
pengalaman kita.
 
Hal itu adalah  suatu  masa  depan  yang  tidak  berhubungan
dengan masa kita sekarang.
 
Kenyataan  dan  bukti langsung pada masa depan yang demikian
adalah tidak ada,  tetapi  kenyataan  (bukti)  secara  tidak
langsung pada masa depan itu ada.
 
Nabi-nabi  dari Tuhan telah meramalkan dunia masa depan, dan
kita  boleh  percaya  pada   penjelasan-penjelasan   mereka.
Bukti-bukti  kebenaran nabi-nabi itu adalah bukti yang tidak
langsung mengenai Alam Baka.
 
Kita boleh percaya pada pernyataan-pernyataan  seorang  nabi
seperti    Muhammad,   sebab   kenabiannva   didukung   oleh
bukti-bukti nyata.
 
Seorang nabi  tidak  menyesatkan  rakyat,  juga  tidak  akan
menerangkan yang salah kepada mereka.
 
Kita  harus  menerima  pernyataan-pernyataannya tentang masa
depan sama seperti kita menerima pernyataannya tentang  masa
kini.    Untuk    menerima    kenabiannya,   dan   meragukan
penjelasannya adalah bertentangan.
 
WILSON:
 
Pentingkah bab kepercayaan alam baka di dalam Islam dari
Pandangan Qur'an?
 
CHIRRI:
 
Dalam  banyak pelajaran-pelajaran dari Kitab Suci Al Qur'an,
kepercayaan pada Alam Baka diletakkan setelah  percaya  pada
Tuhan,  hal  ini  menunjukkan  bahwa  percaya pada Alam Baka
adalah lebih penting dari pada setiap  masalah-masalah  atau
bab  yang  lain  dari kepercayaan Islam setelah percaya pada
Tuhan:
 
"Sesungguhnya  orang-orang  yang  beriman  dan   orang-orang
Yahudi   dan   orang-orang   Kristen   dan   Shabiin,  yaitu
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari  akhirat  dan
mengerjakan  perbuatan  baik,  mereka akan memperoleh pahala
dari Tuhannya;  mereka  tidak  merasa  ketakutan  dan  tidak
menaruh dukacita." 2: 62: 5: 60.
 
"Mereka  beriman  kepada  Tuhan  dan  hari  kemudian, mereka
menyuruh mengerjakan yang benar dan  melarang  berbuat  yang
salah  dan  mengerjakan  perbuatan  baik. Mereka itulah yang

termasuk orangorang yang baik." 3: 114

WILSON:
 
Muhammad telah memberitahukan kepada  manusia  tentang  Alam
Baka. Penjelasannya jelas dan positif.
 
Yesus, sebelum dia, menganjurkan beberapa penjelasan tentang
masalah ini.
 
Musa nampaknya diam dalam hal ini.
 
Hal ini  menimbulkan  pertanyaan:  Tidak  adanya  penjelasan
dalam masalah ini di dalam buku Musa adalah membingungkan.
 
Bila  azas (doktrin) pembangkitan adalah sangat penting, hal
itu akan diberikan juga pada Musa, sama seperti Muhammad dan
Yesus.
 
CHIRRI:
 
Tidak  adanya  penjelasan  dalam  masalah ini pada buku Musa
tidak  berarti  bahwa   Tuhan   tidak   memberikan   padanya
penjelasan   tentang  Alam  Baka  (Akhirat),  juga  hal  itu
membuktikan bahwa  Musa  tidak  pernah  memberitahukan  pada
rakyatnya tentang hidup di masa akan datang.
 
Lima  buku-buku  Musa  barangkali  telah  mengalami beberapa
perubahan-perubahan dan penghapusan.
 
Kitab Suci Qur'an memberitahukan pada kita bahwa Musa  telah
berbicara tentang Alam Baka (Akhirat).
 
"Dan  seorang  yang  beriman  itu  (pada  pesan  dari  Musa)
berkata: Hai Kaumku! Turutlah aku! Kamu akan kupimpin kepada
jalan kebenaran.
 
Hai   kaumku!   Kehidupan   dunia  ini  hanyalah  kesenangan
sementara, dan akhirat itulah kampung yang kekal." 40:38-39
 
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang laki-laki  dari  kaumnya
untuk perjanjian (pertemuan) Kami.
 
Dan  ketika  mereka  digoncang  gempa  bumi, dia mengatakan:
Wahai Tuhanku! Kalau Engkau  menghendaki,  Engkau  binasakan
sajalah mereka dan aku sebelum ini!
 
Apakah  Engkau  hendak  membinasakan  kami, karena perbuatan
orang-orang yang bodoh diantara kami?
 
Hal ini adalah ujian Engkau,  akan  menyesatkan  siapa  yang
Engkau  kehendaki  dan  memimpin  siapa  yang  Engkau sukai.
Engkaulah Pemimpin kami!
 
Sebab itu, ampunilah kami,  dan  berilah  kami  rahmat,  dan
Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tuliskanlah
untuk  kami  kebaikan  di  dunia   ini   dan   di   akhirat.
Sesungguhnya kami  kembali kepada Engkau.  Tuhan mengatakan:
Siksaku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, dan
RahmatKu   meliputi  segala  sesuatu,  sebab  itu  akan  Aku
tuliskan rahmat, untuk mereka  yang  bertakwa,  mereka  yang
membayar  zakat  dan  yang mempercayai keterangan-keterangan
Kami." 7: 155-156
 
Kitab Suci Qur'an juga memberitahukan kepada kita bahwa Nabi
Ibrahim  telah berbicara dengan jelas tentang Alam Baka, dan
bahwa dia  meminta  pada  Tuhan  untuk  menunjukkan  padanya
bagaimana Dia menghidupkan yang telah mati:
 
"Dan  ketika  Ibrahim berkata: Tuhanku! Perlihatkan kepadaku
bagaimana Engkau menghidupkan orang mati!
 
Kata Tuhan: Tidaklah engkau percaya?
 
Kata Ibrahim: Percaya, tetapi untuk  menenteramkan  hatiku."
2:260
 
WILSON:
 
Anda  telah menerangkan bahwa Islam mengajarkan bahwa setiap
manusia, pada suatu hari yang  telah  ditentukan  dan  hanya
diketahui  oleh  Tuhan  akan  dibangkitkan kembali. Hari itu
adalah hari pengadilan.
 
Sekarang, bolehkah saya bertanya tentang masa  yang  panjang
yang memisahkan hidup (kehidupan) kita ini dari Alam Baka?
 
Apakah  manusia  melanjutkan  hidup,  dalam beberapa bentuk,
setelah  dia  meninggal  sampai  Hari   Pengadilan?   Adakah
pernyataan  yang  jelas  didalam Al-Qur'an tentang kehidupan
kita atau kematian,  kemudian  terhadap  kematian  kita  dan
sebelum pembangkitan?
 
CHIRRI:
 
Jiwa   manusia,  sesuai  dengan  ajaran  Islam,  tidak  akan
dilenyapkan  (dimatikan)  oleh  kematian.  Jiwa   itu   akan
melanjutkan  hidup  terus  melalui periode yang panjang yang
memisahkan kematian  jasmani  kita  dari  hari  pembangkitan
kita,    dan   hidup   yang   demikian   dikehendaki   untuk
pembangkitan.
 
Kita  tidak  dapat  memikirkan  pembangkitan  manusia   bila
hidupnya   akan   sama   sekali   diakhiri   oleh  kematian.
Pembangkitan berarti membawa orang mati hidup kembali.  Bila
hidup  berhenti  setelah  kematian, maka tidak akan ada cara
untuk membawa hidup kembali orang yang sama.
 
Tujuan Alam Baka  adalah  untuk  memberi  hadiah  bagi  yang
berbuat  baik  dan  menghukum  yang berbuat jelek. Seseorang
yang diciptakan pada Hari Pengadilan tidak akan sama  dengan
orang  yang  hidup sebelumnya. Dia tidak akan menerima suatu
hadiah dan juga suatu hukuman, sebab dia tidak  sama  dengan
yang  hidup  sebelumnya,  juga dia tidak melakukan baik atau
jelek.
 
Jadi, kita harus mengerti  semua  pesan-pesan  Qur'an,  yang
bertalian  dengan  Alam Baka, bahwa manusia akan dilanjutkan
hidup jiwanya.
 
Mengenai Hari Pengadilan, Kitab Suci Al-Qur'an adalah  jelas
mengenai masalah ini:
 
"Janganlah  kamu  katakan  orang-orang yang terbunuh dijalan
Allah itu mati, tetapi mereka itu orang-orang hidup,  sayang
kamu tidak mengerti." 2:154.
 
"Janganlah  kamu  anggap  mati  orang-orang yang terbunuh di
jalan Allah itu! Tidak! Mereka itu  hidup,  mereka  mendapat
rezeki dari sisi Tuhan.
 
Mereka  gembira  karena  kurnia  yang  telah diberikan Tuhan
kepada mereka, dan mereka merasa girang terhadap orang-orang
yang  masih  tinggal  di belakang mereka, bahwa mereka tiada
merasa takut dan tidak pula menanggung duka cita
 
Mereka  girang  karena  kurnia  dan  pemberian  Tuhan.   Dan
sesungguhnya  Tuhan  itu  tidak  akan  menghilangkan  pahala
orang-orang yang beriman." 3: 169-171.
 
WILSON:
 
Orang-orang yang menyetujui azab  Alam  Baka  berbeda  dalam
beberapa  hal  penting:  beberapa  di  antara mereka percaya
bahwa hidup di Alam Baka hanya spirituilnya  dan  yang  lain
percaya  bahwa  hidup  manusia  pada  Hari Pembangkitan akan
hidup baik fisiknya maupun ruhnya. Bagaimana pendapat  Islam
mengenai masalah ini?
 
CHIRRI:
 
Ajaran  Islam sangat jelas tentang masalah ini. Manusia akan
dibangkitkan  kembali  hidup  pada  Hari   Pengadilan   baik
fisiknya ataupun rohaninya. Manusia tidak hanya rohani.
 
Penciptaan   kembali   manusia  memerlukan  kedua-dua  badan
(fisik) dan jiwa (ruh); kalau tidak,  dia  namanya  malaikat
dan bukan manusia.
 
Ada   alasan-alasan   lain   untuk   berpendapat  tentang
pembangkitan kedua-dua fisik dan jiwanya:
 
Konsep pembangkitan tidak dapat dimengerti atau dilaksanakan
tanpa  membentuk  kembali  badan manusia itu. Karena manusia
akan   melanjutkan   hidup   ruhnya   setelah   kematiannya,
pembangkitannya  tidak  dapat  diartikan menciptakan kembali
ruhnya sebab ruhnya tidak  mati.  Jadi,  kehidupan  ruh  itu
sendiri   di   dalam   Alam   Baka   tidak  dapat  dikatakan
pembangkitan, sebab hal itu tidak menambah sesuatu  terhadap
hidup  dari  seseorang yang telah melanjutkan didalam bentuk
spiritual.
 
Pembangkitan hanya dapat dimengerti oleh  menciptakan  wujud
lagi.  Ini  maksudnya  pembangunan  kembali badan yang sudah
bercerai-berai dan menyatukan kembali dengan jiwa yang masih
ada.  Bahasa Qur'an sangat jelas dalam masalah ini dan tidak
menerima setiap perbedaan penafsiran:
 
"Dan sangkakala ditiup, ketika itu  lihatlah  mereka  bangun
dari kubur, dan segera datang, kepada Tuhannya.
 
Mereka   akan   berkata:   Ah,  nasib  kami!  Siapakah  yang
membangunkan kami dari tempat tidur kami?  (Ada  suara  yang
menyahut):  Inilah  dia  yang  dijanjikan  oleh  Tuhan  Yang
Pemurah, dan benarlah perkataan-perkataan Rasul-rasul!
 
(Yang terdengar) hanyalah satu suara keras, dan  ketika  itu
lihatlah,  mereka  semuanya  dibawa  ke  hadapan  kami." 36:
51-53.
 
"Sebab itu, berpalinglah engkau dari mereka!
 
Di hari orang yang menyeru memanggil (mereka) kepada sesuatu
yang tiada menyenangkan.
 
Pemandangan mereka menekur ke bawah, mereka dikeluarkan dari
kubur bagai belalang yang beterbangan. Dengan  cepat  mereka
datang  kepada  orang yang memanggil. Orang-orang yang tiada
beriman itu berkata: Inilah hari yang penuh kesulitan!"  54:
6-8.
 
WILSON:
 
Konsep  pembangkitan yang berhubungan dengan fisik mempunyai
kesulitan-kesulitan: Andaikata seorang kanibal  (orang  yang
makan orang) memakan badan seorang.
 
Badan  yang  dimakan  akan  dijadikan satu dengan badan yang
memakan. Bila badan  atau  jasmani  dibangkitkan  pada  hari
pengadilan,  hal  itu tidak akan mungkin untuk mengupas atau
memutuskan apakah badan  itu  milik  yang  makan  atau  yang
dimakan
 
Andaikata  badan  seorang  dimakan  oleh  seekor burung atau
binatang. Badan yang memakan akau menjadi satu dengan  badan
yang dimakan.
 
Apa yang akan dibangkitkan pada Hari Pengadilan?
 
Apakah burung dan binatang atau badan manusia?
 
CHIRRI:
 
Tidak  akan  ada makanan yang akan menjadi satu dengan badan
yang memakan,  dan  pembangkitan  tidak  membutuhkan  adanya
semua elemen-elemen (unsur-unsur) dari badan.
 
Selama  zat  atau  beberapa  zat  dari  badan  tinggal tidak
menjadi satu dengan badan yang memakan, pembentukan  kembali
dari masing-masing badan akan mungkin.
 
Selanjutnya,  Tuhan  mempunyai  kesanggupan  terhadap segala
sesuatunya dapat membedakan antara bagian-bagian  asli  dari
badan  pemakan  dan  apa yang dijadikan satu dengan itu dari
badan lain. Dia dapat memisahkan dan membentuk  kembali  dua
badan yang terpisah.
 
Andaikata   pemisahan  adalah  tidak  mungkin,  Tuhan  dapat
menciptakan suatu badan dari elemen-elemen yang berbeda lain
dari  pada  yang hilang dan menyatukan badan yang diciptakan
dengan jiwa manusia pada Hari Pengadilan.
 
WILSON:
 
Beberapa  Agama  mengajarkan  bahwa  nyawa  manusia   adalah
tunggal  dan  tidak  dapat  dibagi,  dan  beberapa ahli-ahli
filsafah  menyetujui  pendapat-pendapat  ini.  Apakah  Islam
mengajarkan  hal  yang sama atau Islam mempunyai ajaran yang
berbeda mengenai hal ini?
 
CHIRRI:
 
Qur'an diam dalam masalah ini.
 
Tidak membenarkan juga  tidak  menyangkal  ketunggalan  atau
ketidak-dapatan  dibagi-bagi lagi atau tidak dapat diubahnya
nyawa manusia.
 
Juga tidak menyatakan bahwa nyawa manusia adalah  suatu  zat
atau bahwa hal itu adalah jasmani atau bukan jasmani.
 
Qur'an  benar-benar  diam  dalam  semua  dari  segi ini, dan
Qur'an menghentikan semua pertanyaan-pertanyaan ini.
 
Hal itu di luar ilmu pengetahuan manusia  dan  jawaban  dari
setiap pertanyaan-pertanyaan ini tidak akan memuaskan maksud
beragama.
 
Dari Kitab Suci Qur'an:
 
"Mereka bertanya kepada engkau tentang ruh.
 
Jawablah: Ruh itu termasuk urusan  Tuhan,  dan  kepada  kamu
hanyalah sedikit diberikan pengetahuan tentang ruh itu." 17:
85.
 
WILSON:
 
Beberapa Agama mengajarkan bahwa ruh  manusia  setelah  mati
akan  menempati  seorang anak yang haru dilahirkan atau akan
menempati badan dari beberapa binatang.
 
Apakah  Islam  menyetujui  setiap  konsep  dari   penjelmaan
kembali (reincarnation) atau perpindahan?
 
CHIRRI:
 
Kitab  Suci  Qur'an  dengan  jelas menolak konsep penjelmaan
lagi   (reinkarnasi)   dan   perpindahan.    Ruh    manusia,
meninggalkan  badan  pada saat mati dan tidak akan dibiarkan
hidup kembali ke dunia ini lewat bentuk lain.
 
Dari kitab suci Qur'an:
 
"Ketika kematian telah datang  kepada  seseorang  di  antara
mereka,   dia  berkata:  Wahai  Tuhanku!  Kembalikanlah  aku
(hidup)!
 
Supaya  aku  mengerjakan  perbuatan  baik  yang  telah   aku
tinggalkan  itu.  Jangan!  Sesungguhnya  perkataan itu hanya
sekedar dapat diucapkan
 
Di hadapan mereka ada barzach, dinding yang membatasi sampai
hari mereka dibangkitkan." 23: 99-100.
 
Jadi,  kitab  suci Qur'an menyatakan bahwa ruh manusia tidak
akan hidup dua kali di dunia ini, dengan  demikian  ruh  itu
tidak  akan  dibiarkan menempati badan hidup yang lain, baik
manusia  ataupun  bukan  manusia.  Kenyataan-kenyataan  yang
dapat  ditinjau  mendukung  ajaran  ini.  Bila  ruh  manusia
menempati badan-badan manusia yang  baru,  maka  tidak  akan
menambah  kepadatan  penduduk,  sebab  ruh  seseorang  dapat
menempati hanya satu badan.  Kepadatan  penduduk  pada  abad
yang  lalu  sekitar  satu  billiun.  Sekarang  sekitar  tiga
billiun.
 
Bagaimana kita dapat bertambah dua billiun  bila  tidak  ada
ruh-ruh    baru   diciptakan.   Sesungguhnya   bila   konsep
reinkarnasi adalah benar, jumlah penduduk tidak  akan  lebih
dari dua orang, sebab pada mulanya hanya ada dua ruh manusia

yaitu Adam dan Hawa.

Bibel tentang Nabi Muhammad saw

BIBLE SAKSI UNTUK MUHAMMAD
 
WILSON:
 
Bukti-bukti   yang   telah  kita  diskusikan  adalah  sangat
meyakinkan dan memberikan suatu dukungan yang besar terhadap
kenabian Muhammad.
 
Keulungan   Qur'an   itu   sendiri   adalah  kenyataan  yang
terpenting dari kebenaran  ini  dan  banyak  ramalan-ramalan
yang  lain.  Saya  kepingin  tahu apakah perjanjian baru dan
perjanjian lama berisikan  ramalan  tentang  kehadiran  Nabi
Muhammad.
 
CHIRRI:
 
Di  Bible  ada  lebih  dari satu pernyataan yang menunjukkan
pengharapan dari Nabi Muhammad. Dia tidak  disebut  namanya,
tetapi melukiskan Muhammad.
 
Kita  dapatkan di dalam buku Deuteronomy, pernyataan sebagai
berikut:
 
"Saya akan mengangkat untuk mereka (Israelite) seorang  nabi
seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya
akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan  dia  akan
berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya.
Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata
saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal
itu dari dia." 18: 18-19.
 
Pernyataan  ini  menjanjikan  bahwa  Tuhan  akan  mengangkat
seorang  nabi  dari  antara saudara-saudara Israelite, bahwa
nabi yang  akan  seperti  Musa  sendiri;  bahwa  Tuhan  akan
meletakkan  kata-kataNya  sendiri  pada  mulut nabi itu, dan
bahwa  nabi  itu  akan  berbicara  dengan  nama  Tuhan  yang
meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.
 
Jadi   perkiraan  nabi  ini  mempunyai  tiga  gambaran,  tak
seorangpun dari mereka yang dapat  mengenai  melainkan  nabi
Muhammad:
 
1.  Nabi  yang  dijanjikan akan berasal dari saudara-saudara
Israelites. Israelites dihubungkan hanya dengan  orang-orang
Arab.  Tidak  ada  bangsa  di  dunia  ini  yang akan dinamai
saudara-saudara Israelite kecuali  orang-orang  Arab,  sebab
Israelites  adalah  turunan  Isaac  (Ishak), dan orang-orang
Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.
 
2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari
suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin keduniawian dan
kerohanian untuk bangsanya. Lukisan ini  hanya  patut  untuk
Muhammad,  di  antara  seluruh nabi-nabi yang datang setelah
Musa. Tak seorangpun  dari  nabi-nabi  itu,  termasuk  Jesus
(Isa),  dikirimkan  dengan  peraturan-peraturan  yang  baru.
Jesus  mengikuti   peraturan-peraturan   Musa,   dan   tidak
memperkenalkan   hukum   Agama  yang  baru.  Juga  ia  tidak
merupakan   pemimpin   yang   sekular   (keduniawian)   bagi
orang-orang   Israel.   Selanjutnya,  semua  nabi-nabi  itu,
kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan
bukan dari saudara-saudara mereka.
 
3.  Pernyataan  itu  menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai
seorang Nabi yang  tidak  akan  berbicara  darinya  sendiri.
Kata-kata Tuhan akan diletakkan pada mulutnya.
 
Tak  ada  Nabi  kecuali  Muhammad  yang telah menuntut bahwa
bukunya  berisikan  kata-kata  dari  Tuhan.   Musa   sendiri
menerima  wahyu,  tetapi dia menyampaikannya pesan-pesan itu
dengan kata-katanya sendiri. Apa yang kita  baca  pada  lima
buku-buku  Musa  dianggap menjadi kata-kata dari Musa, bukan
kata-kata dari Tuhan. Seluruh buku-buku  yang  menurut  Buku
Perjanjian   Lama   adalah   ditulis   dan   dikatakan  oleh
penulis-penulis manusia,  dan  demikian  pula  empat  Injil.
Jesus  (Isa)  berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia
berbicara dengan kata-katanya sendiri. Kitab  Injil  (Bible)
yang terbaik, dianggap sebagai suatu dialog antara Tuhan dan
manusia. Hanya Qur'an berisikan  kata-kata  dari  Tuhan  dan
Muhammad   sebagai   perantaranya.   Muhammad  tidak  pernah
menuntut setiap kata Qur'an perkataannya sendiri .
 
Dia menceriterakan kata-kata Qur'an sebagai  kata-kata  dari
Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulut Muhammad.
 
Dengan  demikian,  lukisan  itu nampaknya pantas hanya untuk

Muhammad, dan bukan untuk yang lain.

peristiwa yang tidak diketehui

Peristiwa yang tidak diketahui
 
WILSON:
 
Apakah  Kitab  Suci  Qur'an  berisikan  penjelasan  mengenai
beberapa   peristiwa-peristiwa   yang  diketahui  oleh  ilmu
pengetahuan kita sekarang, yang tidak  diketahui  pada  masa
Muhammad?
 
Adanya penjelasan mengenai hal ini, akan menambah bukti pada
kenabian Muhammad. Adalah tidak mungkin untuk  seorang  yang
tidak   sekolah  seperti  Muhammad,  yang  hidup  pada  abad
ketujuh,   mengetahui   apa   yang   akan    didapat    oleh
sarjana-sarjana modern.
 
Beberapa  penjelasan  dari  jenis ini akan sangat meyakinkan
kebenaran Islam.
 
CHIRRI:
 
Pembaca Qur'an akan mendapatkan penjelasan lebih  dari  satu
mengenai peristiwa-peristiwa tertentu, beberapa di antaranya
telah ditemukan baru-baru ini,  dan  beberapa  di  antaranya
masih dalam tingkat pengharapan.
 
IImu  pengetahuan  modern  sedang melihat sekarang, meskipun
tanpa kepastian, pada waktu kita akan mendapatkan  kehidupan
(mahluk    hidup)    pada   beberapa   planet-planet   lain.
Sarjana-sarjana sekarang tidak yakin adanya kehidupan secara
biologis  (biological  life) pada planet-planet lain, tetapi
untuk mereka hal ini adalah sangat mungkin
 
Sebenarnya  salah  satu  sarjana  Rusia  mengaku  bahwa  dia
menerima  sinyal-sinyal  dari ruang angkasa (space), dan dia
fikir bahwa sumber sinyal-sinyal itu adalah beberapa  mahluk
hidup  yang  terletak  di  planet yang berbeda. Sarjana akan
dapat dalam waktu dekat atau masa  yang  akan  datang  untuk
mendapatkan  dan  menemui mahluk hidup lain di planet-planet
lain.
 
Apa  yang  kita  harapkan  untuk   memperoleh   dalam   ilmu
pengetahuan  kita  sekarang telah diramalkan tiga belas abad
yang lalu pada kitab suci Qur'an:
 
"Dan  di  antara  keterangan-keterangan  Tuhan  itu,   ialah
tercipta  langit  dan bumi, dan mahluk hidup yang bertebaran
di dalamnya; dan Tuhan itu Maha Kuasa mengumpulkan  semuanya
apabila dikehendakiNya." 42: 29.
 
Ayat  ini  memberitahukan  pada  kita  adanya kehidupan atau
mahluk hidup secara biologis (biological living being)  yang
berjalan  dengan  kakinya  di langit dan di bumi, dan adalah
mungkin untuk mahluk hidup yang ditempatkan pada planet kita
untuk berhubungan dengan yang ditempatkan di langit .
 
Salah  satu penemuan secara ilmiah dari abad modern kita ini
adalah adanya sex pada  tumbuh-tumbuhan  sama  seperti  pada
binatang.   Semua  butir-butir  tepung  sari,  para  sarjana
mengatakan, disusun  oleh  sel-sel  yang  telah  memperkecil
jumlah choromosom-choromosom.
 
Dua  dari  sel-sel  ini  adalah sel-sel jantan. Berlaku pada
pembiakan, tepung sari harus jauh pada stigma beberapa bunga
dan    mengembangkan    pembuluh    melalui    stigma    dan
jaringan-jaringan yang lain sampai hal itu  mencapai  telur.
Dua  sel-sel  jantan  jalan  melalui  pembuluh  (pipa)  ini,
biasanya dekat tempat pembiakannya. Salahsatu  di  antaranya
menyuburkan  telur  ini,  dan  dari  campuran sel-sel, suatu
embryo tumbuh. Sel jantan  yang  lain  biasanya  dengan  dua
sel-selnya  yang  lain  dekat  telur  ini,  di tengah-tengah
kandung embryo, dan hasil rangkap tiga membentuk bagian yang
mengandung zat hara dari benih (biji).
 
Adanya  jantan  dan  betina pada tumbuh-tumbuhan benar-benar
tidak diketahui sebelum  majunya  ilmu  pengetahuan  modern.
Tetapi  Kitab Suci Qur'an dengan jelas mengatakan adanya sex
pada tumbuh-tumbuhan:
 
"Maha  Suci  Tuhan  yang  telah   menciptakan   semua   yang
ditumbuhkan  bumi  berpasang-pasangan,  dan pada diri mereka
sendiri dan apa-apa yang tiada mereka ketahui." 36: 36.
 
Pada saat Nabi Muhammad, tak seorangpun memiliki pengetahuan
tentang keadaan ruang angkasa. Orang-orang biasanya berpikir
bahwa semakin naik manusia ke  angkasa,  semakin  banyak  ia
akan   mendapatkan   udara  dan  semakin  banyak  dia  dapat
bernafas. Sekarang kita mengetahui bahwa ruang angkasa tidak
berisikan  udara,  dan bahwa bila seseorang naik ke angkasa,
dia akan mati lemas karena kekurangan oxygen.
 
Kitab Suci Qur'an mempunyai suatu pertanda  untuk  kenyataan
ini:
 
"Sebab  itu,  siapa yang hendak dipimpin oleh Tuhan, niscaya
dibukakanNya hatinya menganut Islam, dan siapa  yang  hendak
disesatkan  Tuhan,  dijadikanNya  dadanya  sesak dan sempit,
seperti orang naik ke langit.  Begitulah,  Tuhan  meletakkan
kekejian kepada orang-orang yang tidak beriman." 6: 125
 
Kesempitan   dada   seseorang  yang  naik  ke  angkasa  luar
maksudnya  ketidak-sanggupan  pernafasan   yang   berlawanan

terhadap konsep tentang ruang angkasa pada waktu Muhammad

Masa Depan Nabi

Masa Depan Nabi
 
 
WILSON:
 
Hingga  kini  kita  telah  membicarakan dua jenis pernyataan
Qur'an tentang masa depan yang tidak di-sangka-sangka:  satu
type  mengenai  nasib  Qur'an  itu  sendiri,  dan  yang lain
mengenai masa depan Islam.
 
Apakah  Qur'an  mengemukakan  ramalan-ramalan  tentang  masa
depan Nabi?
 
CHIRRI:
 
Kitab Suci Qur'an berisikan penjelasan-penjelasan yang amat
jelas mengenai keamanan Nabi Muhammad.
 
"Hai Rasul! Sampaikan apa yang diwakyukan kepada engkau dari
Tuhan.  Dan  kalau  itu  tidak engkau kerjakan, maka berarti
engkau tidak menyampaikan (menjalankan) tugas perutusan dari
Tuhan.  Tuhan  memelihara  engkau dari manusia. Sesungguhnya
Tuhan  tidak  memberi  petunjuk  kepada  kaum   yang   tidak
beriman." 5 : 67
 
Ayat   itu  menjamin  Nabi  Muhammad  perlindungan  terhadap
seluruh manusia. Tidak ada kekuatan manusia,  sesuai  dengan
ramalan itu, dapat menghancurkan kehidupan Muhammad. Apabila
Nabi meninggal di medan peperangan atau dibunuh,  pernyataan
ini  akan  menjadi  tidak benar dan kenabian akan dibuktikan
kesalahannya.
 
Dengan kondisi di mana Nabi  hidup  (tinggal),  ramalan  itu
bertentangan   dengan   harapan  manusia.  Dari  saat  Islam
diproklamirkan,        Nabi        dihadapkan         dengan
permusuhan-permusuhan.
 
Dia  dipilih  sebagai satu-satunya musuh orang-orang Mekkah.
Hidupnya dikelilingi  dengan  bahaya-bahaya.  Dia  hidup  di
bawah   ancaman,  dan  untuk  selama  beberapa  tahun  tanpa
perlindungan  fisik.  Pada  saat  pembelanya,  Abu   Thalib,
meninggal,  dia  bahkan  tidak  mendapatkan  perlindungan di
tempat suci guna membawa pesannya  kepada  orang-orang  yang
berziarah.  Pemimpin-pemimpin  penting  dengan  siasat  yang
sopan memburu dia dan berniat membunuhnya.
 
Bila dia lolos, hadiah besar diumumkan untuk penangkapannya,
hidup  atau  mati.  Sebelum  berangkat  ke Madinah, Muhammad
dipastikan  ditangkap,  dan  Islam  diharapkan   dihilangkan
sampai ke akar-akarnya.
 
Setelah   sampai   di   Madinah,   peperangan   terjadi  dan
orang-orang Islam dihadapkan dengan suatu perang yang hebat,
yang mana musuh selalu jauh lebih besar jumlahnya.
 
Orang-orang  Mekkah  menyuruh  penduduk  padang  pasir untuk
melawan      orang-orang      Islam.      Lebih      lanjut,
pemerintah-pemerintah  dari  bangsa-bangsa  yang  bukan Arab
marah  karena  bahasa  Muhammmad  yang  sangat   kuat   yang
digunakan mengundang mereka untuk memeluk Islam.
 
Suatu   contoh   ialah  pesannya  kepada  Heraclius,  Kaisar
Byzantine (Rum):
 
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan Penyayang.
 
Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk  Heraclius,
raja  Romawi.  Sudah  tentu saya mengajak anda memeluk Agama
Islam. Jadilah orang Islam, dan  anda  akan  selamat.  Tuhan
akan  rnenghadiahi  anda  dua kali. Bila anda mengelak, anda
akan dibebani dengan dosa. Marilah  bersepakat  antara  kita
dan  anda:  bahwa  kita akan memuja tidak lain kecuali Tuhan
dan bahwa kita akan  tunduk  dihadapanNya,  dan  bahwa  kita
tidak akan mengakui Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
 
Meskipun  bahaya-bahaya mengelilingi Nabi, dia hidup secara
biasa. Dia tidak memiliki pengawal-pengawal dan berperang di
medan  perang, kadang-kadang di baris terdepan. Dia berjalan
di jalan tengah  malam  dan  tinggal  tanpa  penjagaan.  Ada
banyak   kesempatan   baik  untuk  membunuhnya,  dan  banyak
percobaan telah dilakukan.
 
Beberapa  percobaan  pembunuhan  di  bawah  ini  akan   saya
sebutkan:
 
Pada  suatu  hari  dia  sedang tidur sendiri di bawah pohon,
tidak jauh dari perkemahannya. Dia dibangunkan  oleh  suara!
Dia  melihat  Durthur,  prajurit  musuh,  sedang  berdiri di
hadapannya  dengan  mencabut  pedang.  "Hai  Muhammad"   dia
berseru, "Siapa yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab
Nabi. Untuk beberapa alasan yang  tidak  diketahui,  Durthur
menjatuhkan pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
 
Sambil melambaikan pedangnya, dia berseru sebaliknya, "Siapa
yang akan menyelamatkan anda, hai Durthur?" "Tak seorangpun"
jawab prajurut itu. "Maka belajarlah dari saya untuk menjadi
pengasih." Sambil berkata dia mengembalikan  pedangnya  pada
prajurit itu.
 
Prajurit  itu  sangat terharu. Dia mengakui Muhammad sebagai
seorang Nabi dan masuk Islam.2
 
Pada  kesempatan  lain,  Muhammad  pergi  membawa   beberapa
pcngikut-pengikutnya   untuk  mengunjungi  suku  yang  bukan
Islam. Santapan diselenggarakan di ruang terbuka, berdekatan
tempat tinggal kepala suku. Nabi mengetahui bahwa dia diberi
umpan untuk dikhianati, dan akan dibunuh ketika dia duduk di
pesta  itu.  Dia  dilempar  batu dari atap Rumah bertingkat.
Tanpa menerangkan pengkhianatan ini pada  rekan-rekannya  ia
meninggalkan pesta dan kembali ke Medinah.3
 
Lebih    dari    sekali,    Muhammad    ditinggalkan    oleh
prajurit-prajuritnya sendiri  di  dalam  peperangan  melawan
beribu-ribu musuh.
 
Pada  saat-saat demikian, dia adalah sasaran kekuatan musuh.
Muhammad yakin akan perlindungan Tuhan,  dan  ramalan  telah
dipenuhi.
 
Catatan kaki:
 
2 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 18

3 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 21

WILSON:
 
Apakah  Qur'an mengemukakan beberapa penjelasan tentang masa
depan kenabian umumnya?
 
CHIRRI:
 
Pernyataan yang mengatakan bahwa  Nabi  Muhammad adalah Nabi
terakhir  adalah  keterangan  yang  jelas tentang masa depan
kenabian
 
"Muhammad itu  bukan  bapak  seorangpun  dari  laki-laki  di
antara  kamu,  tetapi dia Rasul Allah dan penutup Nabi-nabi.
Dan Tuhan itu Maha Tahu atas segala sesuatu." 33: 40
 
Kata khatam (penutup),  artinya  (dimaksudkan)  cap  (tanda)
yang  menutup tempat penyimpan sesuatu atau cap (tanda) yang
mengakui keaslian isi-isi tertentu dari surat-surat  penting
atau pesan.
 
Nabi Muhammad berkata pada saudara sepupunya Ali:
 
"Kedudukanmu  disamping  saya  sama  dengan  kedudukan Harun
disamping Musa, tetapi tidak akan ada nabi setelah saya."
 
Menyatakan bahwa Muhammad  adalah  penutup  dari  nabi-nabi,
sebenarnya   suatu   keterangan   tentang  masa  depan  dari
kenabian.  Hal  itu  menyatakan  bahwa  dunia   tidak   akan
menyaksikan  seorang nabi setelah meninggalnya Muhammad, dan
bahwa Tuhan tidak akan mengirimkan  pesuruhnya  lagi  kepada
manusia.  Jadi  sejarah  yang  panjang  dari  kenabian  akan
ditutup dengan kematiannya: Muhammad.
 
Ini   adalah   suatu   ramalan   yang   benar-benar    tidak
disangka-sangka.  Kita  menyangka  bahwa  Tuhan  melanjutkan
pengiriman Nabi-nabiNya untuk manusia.  Dia  sudah  mengirim
banyak   nabi-nabi,  sebelum  Muhammad,  dan  kita  lazimnya
mengharap Dia melanjutkan pengiriman yang  demikian  setelah
meninggalnya Nabi Muhammad.
 
Sebenarnya,  Materialisme di dalam abad-abad modern ini jauh
lebih besar dari pada sebelum  Muhammad,  karena  itu  wahyu
(ilham)  kejiwaan (a spiritual revelation) kelihatannya akan
lebih diperlukan daripada sebelumnya
 
Kesulitan  dari  sebab-sebab   pada   masalah   ini   adalah
benar-benar  di  luar  ilmu  manusia.  Tak  seorangpun dapat
mengetahui bagaimana Tuhan menetapkan untuk mengirim seorang
nabi untuk manusia. Ilmu ini hanya dimiliki Tuhan.
 
WILSON:
 
Ramalan-ramalan yang mengagumkan biasanya berhubungan dengan
beberapa peristiwa yang akan terjadi  pada  waktu  tertentu.
Pemberitahuan  yang  terdapat  dalam  ayat tidak berhubungan
dengan suatu kejadian yang akan terjadi pada  waktu  khusus.
Hal  itu  tidak  mengatakan  pada  kita  sesuatu  yang  akan
terjadi. Sekedar pemberitahuan negatif, yang mengatakan pada
kita bahwa tidak akan ada Nabi yang datang setelah Muhammad.
 
CHIRRI:
 
Untuk  memberi  pemberitahuan  yang positif jauh lebih mudah
dari pada memberi  pemberitahuan  yang  negatif.  Mari  kita
gambarkan dengan suatu contoh pemberitahuan yang berhubungan
dengan masa lalu dan masa  akan  datang.  Jauh  lebih  mudah
mengatakan  bahwa  Mr.  Smith  mengendarai  mobil  dari pada
mengatakan Mr. Johnson tidak pernah mengendarai mobil. Untuk
menjadi  benar  secara  positif,  perlu  melihat  Mr.  Smith
mengendarai mobil.  Untuk  mengatakan  kebenaran  bahwa  Mr.
Johnson   tidak   pernah   mengendarai   mobil,  anda  perlu
mengetahui seluruh masa lalunya Mr. Johnson.
 
Mari kita telaah pemberitahuan masa akan datang. Anda  boleh
meramalkan  bahwa  akan  ada  dalam masa lima tahun, seorang
sarjana yang genius dari  antara  orang-orang  Detroit.  Ini
jauh  lebih  mudah  daripada mengatakan bahwa tidak akan ada
sarjana  genius  di   Detroit   dalam   masa   lima   tahun.
Pemberitahuan  yang  demikian  membutuhkan  ilmu pengetahuan
yang luas tentang berjuta-juta  orang  yang  akan  hidup  di
Detroit   dalam  periode  itu.  Ilmu  yang  demikian  adalah
benar-benar di luar jangkauan kita.
 
Andaikata kita membuat ramalan yang lebih luas, marilah kita
mengatakan  bahwa  Amerika  Serikat atau seluruh dunia tidak
akan mempunyai  sarjana  genius  selama  lima  puluh  tahun.
Ramalan yang demikian akan mustahil (tidak masuk akal); bila
kita meramalkan bahwa  dunia  tidak  akan  memiliki  seorang
sarjana  yang  demikian  untuk  selama-lamanya,  sudah tentu
ramalan kita tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian  dari
Muhammad adalah demikian.
 
Hal itu tidak hanya berhubungan dengan suatu pembatasan masa
depan dari sesuatu bangsa khusus,  tapi  berhubungan  dengan
masa  depan  yang  tak terbatas, dari seluruh dunia, hal itu
dikatakan sesungguhnya, tidak akan menyaksikan nabi  setelah
Muhammad,  sampai  akhir  dunia.  Muhammad  sendiri  sebagai
manusia  tidak  dapat  meramalkan  suatu  masa  depan   yang
demikian.
 
Ramalan  tidak  dari  dia.  Ini adalah suatu wahyu dari yang
mengetahui masa depan manusia.
 
Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad  ini  tidak
memperoleh Nabi lagi.
 
WILSON:
 
Banyak  individu-individu  setelah  Muhammad  telah menuntut
kenabian. Beberapa di antara mereka hidup di  abad  ini  dan
beberapa  di  antaranya malahan masih hidup. Apakah tuntutan
mereka tidak mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
 
CHIRRI:
 
Tuntutan kenabian tidak banyak dan tidak  akan  mempengaruhi
kebenaran  dari  ramalan  ini,  kecuali  jika  tuntutan yang
demikian   telah   dibuktikan.   Kecuali   kenyataan   bahwa
beratus-ratus   individu  menyatakan  kenabian  mereka,  dan
beberapa dari mereka hidup pada masa nabi Muhammad  sendiri.
Dan  kenyataan  tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan
kenabiannya. Semuanya  telah  dibuktikan  kesalahannva,  dan

tuntutan mereka mati bersama mereka.