Tampilkan postingan dengan label Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2008

Bibel tentang Nabi Muhammad saw

BIBLE SAKSI UNTUK MUHAMMAD
 
WILSON:
 
Bukti-bukti   yang   telah  kita  diskusikan  adalah  sangat
meyakinkan dan memberikan suatu dukungan yang besar terhadap
kenabian Muhammad.
 
Keulungan   Qur'an   itu   sendiri   adalah  kenyataan  yang
terpenting dari kebenaran  ini  dan  banyak  ramalan-ramalan
yang  lain.  Saya  kepingin  tahu apakah perjanjian baru dan
perjanjian lama berisikan  ramalan  tentang  kehadiran  Nabi
Muhammad.
 
CHIRRI:
 
Di  Bible  ada  lebih  dari satu pernyataan yang menunjukkan
pengharapan dari Nabi Muhammad. Dia tidak  disebut  namanya,
tetapi melukiskan Muhammad.
 
Kita  dapatkan di dalam buku Deuteronomy, pernyataan sebagai
berikut:
 
"Saya akan mengangkat untuk mereka (Israelite) seorang  nabi
seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya
akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan  dia  akan
berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya.
Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata
saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal
itu dari dia." 18: 18-19.
 
Pernyataan  ini  menjanjikan  bahwa  Tuhan  akan  mengangkat
seorang  nabi  dari  antara saudara-saudara Israelite, bahwa
nabi yang  akan  seperti  Musa  sendiri;  bahwa  Tuhan  akan
meletakkan  kata-kataNya  sendiri  pada  mulut nabi itu, dan
bahwa  nabi  itu  akan  berbicara  dengan  nama  Tuhan  yang
meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.
 
Jadi   perkiraan  nabi  ini  mempunyai  tiga  gambaran,  tak
seorangpun dari mereka yang dapat  mengenai  melainkan  nabi
Muhammad:
 
1.  Nabi  yang  dijanjikan akan berasal dari saudara-saudara
Israelites. Israelites dihubungkan hanya dengan  orang-orang
Arab.  Tidak  ada  bangsa  di  dunia  ini  yang akan dinamai
saudara-saudara Israelite kecuali  orang-orang  Arab,  sebab
Israelites  adalah  turunan  Isaac  (Ishak), dan orang-orang
Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.
 
2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari
suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin keduniawian dan
kerohanian untuk bangsanya. Lukisan ini  hanya  patut  untuk
Muhammad,  di  antara  seluruh nabi-nabi yang datang setelah
Musa. Tak seorangpun  dari  nabi-nabi  itu,  termasuk  Jesus
(Isa),  dikirimkan  dengan  peraturan-peraturan  yang  baru.
Jesus  mengikuti   peraturan-peraturan   Musa,   dan   tidak
memperkenalkan   hukum   Agama  yang  baru.  Juga  ia  tidak
merupakan   pemimpin   yang   sekular   (keduniawian)   bagi
orang-orang   Israel.   Selanjutnya,  semua  nabi-nabi  itu,
kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan
bukan dari saudara-saudara mereka.
 
3.  Pernyataan  itu  menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai
seorang Nabi yang  tidak  akan  berbicara  darinya  sendiri.
Kata-kata Tuhan akan diletakkan pada mulutnya.
 
Tak  ada  Nabi  kecuali  Muhammad  yang telah menuntut bahwa
bukunya  berisikan  kata-kata  dari  Tuhan.   Musa   sendiri
menerima  wahyu,  tetapi dia menyampaikannya pesan-pesan itu
dengan kata-katanya sendiri. Apa yang kita  baca  pada  lima
buku-buku  Musa  dianggap menjadi kata-kata dari Musa, bukan
kata-kata dari Tuhan. Seluruh buku-buku  yang  menurut  Buku
Perjanjian   Lama   adalah   ditulis   dan   dikatakan  oleh
penulis-penulis manusia,  dan  demikian  pula  empat  Injil.
Jesus  (Isa)  berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia
berbicara dengan kata-katanya sendiri. Kitab  Injil  (Bible)
yang terbaik, dianggap sebagai suatu dialog antara Tuhan dan
manusia. Hanya Qur'an berisikan  kata-kata  dari  Tuhan  dan
Muhammad   sebagai   perantaranya.   Muhammad  tidak  pernah
menuntut setiap kata Qur'an perkataannya sendiri .
 
Dia menceriterakan kata-kata Qur'an sebagai  kata-kata  dari
Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulut Muhammad.
 
Dengan  demikian,  lukisan  itu nampaknya pantas hanya untuk

Muhammad, dan bukan untuk yang lain.

Masa Depan Nabi

Masa Depan Nabi
 
 
WILSON:
 
Hingga  kini  kita  telah  membicarakan dua jenis pernyataan
Qur'an tentang masa depan yang tidak di-sangka-sangka:  satu
type  mengenai  nasib  Qur'an  itu  sendiri,  dan  yang lain
mengenai masa depan Islam.
 
Apakah  Qur'an  mengemukakan  ramalan-ramalan  tentang  masa
depan Nabi?
 
CHIRRI:
 
Kitab Suci Qur'an berisikan penjelasan-penjelasan yang amat
jelas mengenai keamanan Nabi Muhammad.
 
"Hai Rasul! Sampaikan apa yang diwakyukan kepada engkau dari
Tuhan.  Dan  kalau  itu  tidak engkau kerjakan, maka berarti
engkau tidak menyampaikan (menjalankan) tugas perutusan dari
Tuhan.  Tuhan  memelihara  engkau dari manusia. Sesungguhnya
Tuhan  tidak  memberi  petunjuk  kepada  kaum   yang   tidak
beriman." 5 : 67
 
Ayat   itu  menjamin  Nabi  Muhammad  perlindungan  terhadap
seluruh manusia. Tidak ada kekuatan manusia,  sesuai  dengan
ramalan itu, dapat menghancurkan kehidupan Muhammad. Apabila
Nabi meninggal di medan peperangan atau dibunuh,  pernyataan
ini  akan  menjadi  tidak benar dan kenabian akan dibuktikan
kesalahannya.
 
Dengan kondisi di mana Nabi  hidup  (tinggal),  ramalan  itu
bertentangan   dengan   harapan  manusia.  Dari  saat  Islam
diproklamirkan,        Nabi        dihadapkan         dengan
permusuhan-permusuhan.
 
Dia  dipilih  sebagai satu-satunya musuh orang-orang Mekkah.
Hidupnya dikelilingi  dengan  bahaya-bahaya.  Dia  hidup  di
bawah   ancaman,  dan  untuk  selama  beberapa  tahun  tanpa
perlindungan  fisik.  Pada  saat  pembelanya,  Abu   Thalib,
meninggal,  dia  bahkan  tidak  mendapatkan  perlindungan di
tempat suci guna membawa pesannya  kepada  orang-orang  yang
berziarah.  Pemimpin-pemimpin  penting  dengan  siasat  yang
sopan memburu dia dan berniat membunuhnya.
 
Bila dia lolos, hadiah besar diumumkan untuk penangkapannya,
hidup  atau  mati.  Sebelum  berangkat  ke Madinah, Muhammad
dipastikan  ditangkap,  dan  Islam  diharapkan   dihilangkan
sampai ke akar-akarnya.
 
Setelah   sampai   di   Madinah,   peperangan   terjadi  dan
orang-orang Islam dihadapkan dengan suatu perang yang hebat,
yang mana musuh selalu jauh lebih besar jumlahnya.
 
Orang-orang  Mekkah  menyuruh  penduduk  padang  pasir untuk
melawan      orang-orang      Islam.      Lebih      lanjut,
pemerintah-pemerintah  dari  bangsa-bangsa  yang  bukan Arab
marah  karena  bahasa  Muhammmad  yang  sangat   kuat   yang
digunakan mengundang mereka untuk memeluk Islam.
 
Suatu   contoh   ialah  pesannya  kepada  Heraclius,  Kaisar
Byzantine (Rum):
 
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan Penyayang.
 
Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk  Heraclius,
raja  Romawi.  Sudah  tentu saya mengajak anda memeluk Agama
Islam. Jadilah orang Islam, dan  anda  akan  selamat.  Tuhan
akan  rnenghadiahi  anda  dua kali. Bila anda mengelak, anda
akan dibebani dengan dosa. Marilah  bersepakat  antara  kita
dan  anda:  bahwa  kita akan memuja tidak lain kecuali Tuhan
dan bahwa kita akan  tunduk  dihadapanNya,  dan  bahwa  kita
tidak akan mengakui Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
 
Meskipun  bahaya-bahaya mengelilingi Nabi, dia hidup secara
biasa. Dia tidak memiliki pengawal-pengawal dan berperang di
medan  perang, kadang-kadang di baris terdepan. Dia berjalan
di jalan tengah  malam  dan  tinggal  tanpa  penjagaan.  Ada
banyak   kesempatan   baik  untuk  membunuhnya,  dan  banyak
percobaan telah dilakukan.
 
Beberapa  percobaan  pembunuhan  di  bawah  ini  akan   saya
sebutkan:
 
Pada  suatu  hari  dia  sedang tidur sendiri di bawah pohon,
tidak jauh dari perkemahannya. Dia dibangunkan  oleh  suara!
Dia  melihat  Durthur,  prajurit  musuh,  sedang  berdiri di
hadapannya  dengan  mencabut  pedang.  "Hai  Muhammad"   dia
berseru, "Siapa yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab
Nabi. Untuk beberapa alasan yang  tidak  diketahui,  Durthur
menjatuhkan pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
 
Sambil melambaikan pedangnya, dia berseru sebaliknya, "Siapa
yang akan menyelamatkan anda, hai Durthur?" "Tak seorangpun"
jawab prajurut itu. "Maka belajarlah dari saya untuk menjadi
pengasih." Sambil berkata dia mengembalikan  pedangnya  pada
prajurit itu.
 
Prajurit  itu  sangat terharu. Dia mengakui Muhammad sebagai
seorang Nabi dan masuk Islam.2
 
Pada  kesempatan  lain,  Muhammad  pergi  membawa   beberapa
pcngikut-pengikutnya   untuk  mengunjungi  suku  yang  bukan
Islam. Santapan diselenggarakan di ruang terbuka, berdekatan
tempat tinggal kepala suku. Nabi mengetahui bahwa dia diberi
umpan untuk dikhianati, dan akan dibunuh ketika dia duduk di
pesta  itu.  Dia  dilempar  batu dari atap Rumah bertingkat.
Tanpa menerangkan pengkhianatan ini pada  rekan-rekannya  ia
meninggalkan pesta dan kembali ke Medinah.3
 
Lebih    dari    sekali,    Muhammad    ditinggalkan    oleh
prajurit-prajuritnya sendiri  di  dalam  peperangan  melawan
beribu-ribu musuh.
 
Pada  saat-saat demikian, dia adalah sasaran kekuatan musuh.
Muhammad yakin akan perlindungan Tuhan,  dan  ramalan  telah
dipenuhi.
 
Catatan kaki:
 
2 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 18

3 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 21

WILSON:
 
Apakah  Qur'an mengemukakan beberapa penjelasan tentang masa
depan kenabian umumnya?
 
CHIRRI:
 
Pernyataan yang mengatakan bahwa  Nabi  Muhammad adalah Nabi
terakhir  adalah  keterangan  yang  jelas tentang masa depan
kenabian
 
"Muhammad itu  bukan  bapak  seorangpun  dari  laki-laki  di
antara  kamu,  tetapi dia Rasul Allah dan penutup Nabi-nabi.
Dan Tuhan itu Maha Tahu atas segala sesuatu." 33: 40
 
Kata khatam (penutup),  artinya  (dimaksudkan)  cap  (tanda)
yang  menutup tempat penyimpan sesuatu atau cap (tanda) yang
mengakui keaslian isi-isi tertentu dari surat-surat  penting
atau pesan.
 
Nabi Muhammad berkata pada saudara sepupunya Ali:
 
"Kedudukanmu  disamping  saya  sama  dengan  kedudukan Harun
disamping Musa, tetapi tidak akan ada nabi setelah saya."
 
Menyatakan bahwa Muhammad  adalah  penutup  dari  nabi-nabi,
sebenarnya   suatu   keterangan   tentang  masa  depan  dari
kenabian.  Hal  itu  menyatakan  bahwa  dunia   tidak   akan
menyaksikan  seorang nabi setelah meninggalnya Muhammad, dan
bahwa Tuhan tidak akan mengirimkan  pesuruhnya  lagi  kepada
manusia.  Jadi  sejarah  yang  panjang  dari  kenabian  akan
ditutup dengan kematiannya: Muhammad.
 
Ini   adalah   suatu   ramalan   yang   benar-benar    tidak
disangka-sangka.  Kita  menyangka  bahwa  Tuhan  melanjutkan
pengiriman Nabi-nabiNya untuk manusia.  Dia  sudah  mengirim
banyak   nabi-nabi,  sebelum  Muhammad,  dan  kita  lazimnya
mengharap Dia melanjutkan pengiriman yang  demikian  setelah
meninggalnya Nabi Muhammad.
 
Sebenarnya,  Materialisme di dalam abad-abad modern ini jauh
lebih besar dari pada sebelum  Muhammad,  karena  itu  wahyu
(ilham)  kejiwaan (a spiritual revelation) kelihatannya akan
lebih diperlukan daripada sebelumnya
 
Kesulitan  dari  sebab-sebab   pada   masalah   ini   adalah
benar-benar  di  luar  ilmu  manusia.  Tak  seorangpun dapat
mengetahui bagaimana Tuhan menetapkan untuk mengirim seorang
nabi untuk manusia. Ilmu ini hanya dimiliki Tuhan.
 
WILSON:
 
Ramalan-ramalan yang mengagumkan biasanya berhubungan dengan
beberapa peristiwa yang akan terjadi  pada  waktu  tertentu.
Pemberitahuan  yang  terdapat  dalam  ayat tidak berhubungan
dengan suatu kejadian yang akan terjadi pada  waktu  khusus.
Hal  itu  tidak  mengatakan  pada  kita  sesuatu  yang  akan
terjadi. Sekedar pemberitahuan negatif, yang mengatakan pada
kita bahwa tidak akan ada Nabi yang datang setelah Muhammad.
 
CHIRRI:
 
Untuk  memberi  pemberitahuan  yang positif jauh lebih mudah
dari pada memberi  pemberitahuan  yang  negatif.  Mari  kita
gambarkan dengan suatu contoh pemberitahuan yang berhubungan
dengan masa lalu dan masa  akan  datang.  Jauh  lebih  mudah
mengatakan  bahwa  Mr.  Smith  mengendarai  mobil  dari pada
mengatakan Mr. Johnson tidak pernah mengendarai mobil. Untuk
menjadi  benar  secara  positif,  perlu  melihat  Mr.  Smith
mengendarai mobil.  Untuk  mengatakan  kebenaran  bahwa  Mr.
Johnson   tidak   pernah   mengendarai   mobil,  anda  perlu
mengetahui seluruh masa lalunya Mr. Johnson.
 
Mari kita telaah pemberitahuan masa akan datang. Anda  boleh
meramalkan  bahwa  akan  ada  dalam masa lima tahun, seorang
sarjana yang genius dari  antara  orang-orang  Detroit.  Ini
jauh  lebih  mudah  daripada mengatakan bahwa tidak akan ada
sarjana  genius  di   Detroit   dalam   masa   lima   tahun.
Pemberitahuan  yang  demikian  membutuhkan  ilmu pengetahuan
yang luas tentang berjuta-juta  orang  yang  akan  hidup  di
Detroit   dalam  periode  itu.  Ilmu  yang  demikian  adalah
benar-benar di luar jangkauan kita.
 
Andaikata kita membuat ramalan yang lebih luas, marilah kita
mengatakan  bahwa  Amerika  Serikat atau seluruh dunia tidak
akan mempunyai  sarjana  genius  selama  lima  puluh  tahun.
Ramalan yang demikian akan mustahil (tidak masuk akal); bila
kita meramalkan bahwa  dunia  tidak  akan  memiliki  seorang
sarjana  yang  demikian  untuk  selama-lamanya,  sudah tentu
ramalan kita tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian  dari
Muhammad adalah demikian.
 
Hal itu tidak hanya berhubungan dengan suatu pembatasan masa
depan dari sesuatu bangsa khusus,  tapi  berhubungan  dengan
masa  depan  yang  tak terbatas, dari seluruh dunia, hal itu
dikatakan sesungguhnya, tidak akan menyaksikan nabi  setelah
Muhammad,  sampai  akhir  dunia.  Muhammad  sendiri  sebagai
manusia  tidak  dapat  meramalkan  suatu  masa  depan   yang
demikian.
 
Ramalan  tidak  dari  dia.  Ini adalah suatu wahyu dari yang
mengetahui masa depan manusia.
 
Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad  ini  tidak
memperoleh Nabi lagi.
 
WILSON:
 
Banyak  individu-individu  setelah  Muhammad  telah menuntut
kenabian. Beberapa di antara mereka hidup di  abad  ini  dan
beberapa  di  antaranya malahan masih hidup. Apakah tuntutan
mereka tidak mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
 
CHIRRI:
 
Tuntutan kenabian tidak banyak dan tidak  akan  mempengaruhi
kebenaran  dari  ramalan  ini,  kecuali  jika  tuntutan yang
demikian   telah   dibuktikan.   Kecuali   kenyataan   bahwa
beratus-ratus   individu  menyatakan  kenabian  mereka,  dan
beberapa dari mereka hidup pada masa nabi Muhammad  sendiri.
Dan  kenyataan  tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan
kenabiannya. Semuanya  telah  dibuktikan  kesalahannva,  dan

tuntutan mereka mati bersama mereka.

Keistimewaan Kenabian Nabi Muhammad saw

Keistimewaan Kenabian Muhammad
 
WILSON:
 
Penghargaan  dan penghormatan dari orang-oran yang berbahasa
Arab terhadap Qur'an  memang  sudah  semestinya.  Saya  juga
begitu.
 
Dalam  sejarah  tidak  pernah  ada  percobaan  yang berhasil
menandingi Qur'an baik oleh perorangan maupun kelompok. Kita
tahu  bahwa  orang-orang  yang  berbicara  bahasa Arab tidak
semuanya orang Islam.
 
Kita juga tahu bahwa orang-orang  Arab  pada  saat  Muhammad
adalah sangat ahli di dalam seni-pidato, dan kita tahu bahwa
sebagian besar dari mereka tak berdaya dilawan  oleh  Islam.
Qur'an  telah  menentang  mereka  dan generasi-generasi yang
akan datang yang coba-coba menandinginya.
 
Keulungan  Al-Qur'an  adalah  suatu  kenyataan   dan   tidak
diragukan   lagi.  Tetapi  saya  ingin  tahu  Al-Qur'an  itu
mempunyai apa saja,  di  samping  keunggulan  dan  keindahan
bahasanya,  yang mendukung bahwa Al-Qur'an benar-benar wahyu
dari Tuhan dan Muhammad benar-benar NabiNya.
 
CHIRRI:
 
Dalam Al-Qur'an terdapat  banyak  petunjuk-petunjuk  tentang
hal-hal  yang akan terjadi, dan ramalan-ramalan itu ternyata
terbukti.  Pengetahuan  tentang  "masa  datang"  hanya  pada
Tuhan, dan tidak terdapat pada manusia.
 
Manusia  telah maju begitu jauh didalam ilmu pengetahuan dan
teknologi  untuk  mencapai  suatu  tingkat  yang  diinginkan
sebelumnya.
 
Walaupun  kemajuan  manusia  didalam  ilmu pengetahuan sudah
begitu jauh, dia masih tidak dapat melihat  masa  yang  akan
datang.
 
Ada  keterangan-keterangan  yang  dimuat di dalam Kitab Suci
Al-Qur'an yang berhubungan dengan keadaan yang  akan  datang
yang tidak dapat diramalkan oleh manusia.
 
Ramalan-ramalan itu terbukti semuanya, ini menunjukkan bahwa
Qur'an  adalah  benar-benar   wahyu   Tuhan   dan   Muhammad
benar-benar pesuruh Tuhan.
 
Beberapa  dari  ramalan-ramalan  itu berhubungan dengan masa
depan Kitab Suci Qur'an  itu  sendiri.  Ramalan-ramalan  ini
adalah sebagai berikut:
 
1. "Sesungguhnya Kami menurunkan Peringatan (Qur'an) itu dan
sesungguhnya Kami Penjaganya," 15:9.
 
Ayat ini menerangkan  pada  kita  bahwa  Qur'an  tidak  akan
binasa.  Qur'an  tidak  dapat hilang dari dunia ini. Ramalan
ini benar. Qur'an diperkenalkan oleh seorang Nabi yang tidak
sekolah dan tidak dapat membaca dan menulis. Dia mengenalkan
itu di dalam suatu bahasa dari suatu bangsa yang buta huruf.
Pada  saat  itu,  tidak ada 100 orang dalam sejuta yang bisa
baca tulis. Juga mayoritas melawan Nabi dan kitabnya.  Dalam
keadaan   ini,  kitab  itu  diharapkan  binasa  dan  hilang.
Kesempatan-kesempatan  penerusan  untuk  beberapa   generasi
adalah sangat kecil.
 
2. Ayat yang berikut:
 
"Al-Qur'an  itu  adalah Kitab yang cukup berkuasa. Al-Qur'an
itu tiada didatangi kepalsuan baik dari hadapannya atau dari
belakangnya.  Itulah  wahyu  dari  Tuhan  yang Bijaksana dan
Terpuji." 41: 41-42
 
Ayat ini menerangkan pada dunia  bahwa  Qur'an  tidak  dapat
diselipkan  kata-kata  yang  berasal dari sebelum wahyu itu,
dan juga tidak dapat diselipkan kata-kata yang berasal  dari
setelah  wahyu itu. Qur'an akan murni dan akan selalu murni.
Ramalan ini juga berlawanan dengan apa yang dikira  manusia.
Sebuah  kitab  yang diperkenalkan di dalam suasana ini tidak
dapat diharapkan untuk tetap murni tanpa penyelipan.
 
Tidak ada mesin cetak pada saat wahyu itu diturunkan, bahkan
sampai beberapa abad setelah Muhammad.
 
Sejarah  menunjukkan  pada  kita  bahwa tidak ada kitab suci
yang tetap murni tanpa penyisipan.
 
Kitab-kitab suci mengalami  perubahan  selama  berabad-abad.
Dua  ramalan  yang  telah  benar-benar  terbukti. Kitab Suci
Qur'an tidak binasa.
 
Al-Qur'an  berada  dan  menjadi  pegangan  kehidupan  sampai
sekarang.
 
Setiap  Muslim  diharapkan  sembahyang iima kali sehari, dan
dalam setiap sembahyang mencakup pengucapan dari Kitab  Suci
Al-Qur'an.
 
Beratus-ratus juta orang Islam menjalankan sembahyang setiap
harinya,  dan  beratus-ratus  juta  kalimat-kalimat   Qur'an
diucapkan.
 
Bukti  ramalan  kedua  pun  sangat  jelas: Kitab Suci Qur'an
tidak berubah. Tak satu kata  pun  dari  kata  manusia  yang
diselipkan ke dalamnya. Bahkan pengeritik-pengeritik menguji
kemurnian naskah dari buku besar ini.
 
Kata-kata dari Qur'an yang kita baca sekarang  adalah  tetap
sama  dengan  kata-kata  yang  diucapkan  oleh Nabi Muhammad
sendiri tanpa pengurangan atau penambahan.
 
3. Kitab Suci Qur'an  berisikan  banyak  ucapan-ucapan  yang
mengundang    penentang-penentang    Islam   untuk   membuat
percakapan bahasa Arab yang akan mernperbandingkan  terhadap
ucapan Qur'an.
 
Salahsatu dari ucapan-ucapan itu yaitu sebagai berikut:
 
"Katakan!  Sesungguhnya  kalau manusia dan jin itu berkumpul
untuk mengadakan yang serupa Al-Qur'an ini niscaya  tiadalah
mereka  dapat  membuat  serupa  dengan  Qur'an  itu  biarpun
sebagiannya menjadi pembantu bagi yang lain." 17: 88.
 
Ucapan ini tidak hanya melarang manusia mengubah ucapan  dan
perbincangan   yang   dapat  (boleh)  dibandingkan  terhadap
Qur'an, tetapi juga meramalkan  secara  jelas  bahwa  setiap
percobaan yang seperti itu akan gagal, dan Kitab Suci Qur'an
akan tetap unggul terhadap semua  perbincangan  bahasa  Arab
yang  lain. Ucapan ini mempunyai jangkauan yang sangat jauh.
Hal itu menyatakan bahwa Kitab Suci Qur'an tidak akan  dapat
ditandingi, baik sekarang atau di masa yang akan datang.
 
Kita   tahu   bahwa   manusia  berbakat  dan  trampil  dalam
memperkembangkan dan memperbaiki sesuatu. Ini  adalah  benar
di dalam segala bidang.
 
Penemuan    ilmu   pengetahuan   selalu   diharapkan   untuk
memperkembangkan dan memperbaiki  melalui  ilmu  pengetahuan
dan teknologi.
 
Pesawat  terbang  yang  pertama  membuka  dasar, tidak boleh
tidak sangat ajaib, tetapi pesawat terbang itu  tidak  dapat
disamakan dengan setiap pesawat-pesawat terbang sekarang.
 
Marilah kita misalkan bahwa pencipta pesawat terbang pertama
telah meramalkan bahwa pesawat terbangnya  tidak  akan  sama
pada masa yang akan datang.
 
Ramalan demikian akan sangat tidak masuk akal, dan akan kita
buktikan kesalahannya di dalam satu dekade (dalam  waktu  10
tahun).
 
Muhammad  mengucapkan kata-kata ini sekitar empat belas abad
yang lalu, tetapi pernyataannya masih tetap benar, dan dunia
tidak dapat membuktikan kesalahannya. Sebaliknya, pernyataan
itu sekarang menjadi lebih berarti daripada sebelumnya.
 

Makin lama ramalan itu makin lebih terbukti kebenarannya.

Perlu nabi-nabi

Perlu Nabi-Nabi

WILSON:
Mengapa manusia memerlukan atau perlu mempunyai seorang atau
pesuruh Tuhan? Manusia diberi kemampuan mental, sehingga dia
dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Seseorang
dapat mengatakan bahwa ia tidak  memerlukan  pimpinan  untuk
mengatakan padanya apa yang dilakukan atau yang tidak.
 
Rata-rata   individu   dapat   berkelakuan  arif  (berbudi),
sehingga dia dapat  bergaul  dengan  yang  lain  dan  dengan
keluarganya  sendiri dengan jalan yang rasionil (masuk akal)
tanpa memerlukan hukum Ketuhanan.
 
CHIRRI:
 
Kenabian diperlukan dengan banyak alasan:
 
1). Diperlukan   memperingatkan   manusia   tentang   Tuhan.
Berdasarkan teori, manusia sanggup menarik kesimpulan adanya
pencipta melalui penyelidikannya atas ciptaan-ciptaan  Tuhan
di bumi.
 
Pendapat  manusia  sanggup  merenungkan hal yang abstrak dan
pengertian yang umum (Universal Ideas).  Akan  tetapi,  kita
pada umumnya dihalangi (dibebani) pemikiran. Sebab keinginan
biologis kita atau keperluan-keperluan manusia terbatas pada
bahan  yang ada di dunia. Bahan yang menarik dari dunia akan
memalingkan perhatian  kita.  Rata-rata  orang  tidak  mampu
menguraikan  maksud  dari  Pembuatnya. Juga tidak dapat kita
mengharap rata-rata  orang  untuk  memisahkan  dirinya  dari
zat-zat yang ada di dunia untuk memikirkan tentang Tuhan.
 
Selain  daripada  itu, susunan yang indah dalam alam semesta
berarti adanya  Pengatur,  Tuhan  Yang  Maha  Kuasa.  Tetapi
manusia  hanya  berminat kepada keindahan susunan alam, tapi
tidak memikirkan asal-usulnya.
 
Manusia telah terbiasa  dengan  melihat  terbitnya  matahari
dari timur dan tidak berfikir mengapa manusia gagal mengenal
Penciptanya. Pengakuan adanya Dia bukan hasil dari pemikiran
umum    tetapi    karena    ajaran-ajaran    dari   beberapa
individu-individu yang berhasil memimpin manusia.
 
2). Diperlukan pemimpin yang tak dapat dipersengketakan.
 
Manusia berbeda pendidikannya, kemampuannya, perasaannya dan
latar     belakangnya,    jadi    mereka    berbeda    dalam
pandangan-pandangan  mereka.  Banyak  hal-hal  penting  yang
berhubungan  dengan  tindakan manusia sangat bertentangan di
antara perorangan-perorangan  dan  kelompok-kelompok.  Etika
dan moral sering diperdebatkan.
 
Pembenaran  yang berdasarkan filsafat dapat diperoleh hampir
pada setiap pendapat.
 
Akal dan filsafat telah gagal mencari penyelesaian  terhadap
pertanyaan mengenai moral dan etika.
 
Jawaban-jawaban  yang  kita  cari  harus datang dan pimpinan
yang  tak  dapat  disangkal   lagi,   yang   mampu   membuat
individu-individu dan kelompok-kelompok tunduk.
 
3). Diperlukan pemujian Tuhan.
 
Meskipun   seorang   pemikir   dapat   mengakui   Tuhan  dan
KebesaranNya, dia biasanya melupakan pemujian-pemujian  yang
penting.  Bahkan  bila seseorang mengakui perlunya pemujian,
dia tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya.
 
Beberapa  orang  berpendapat  pentingnya  mengorbankan   dan
membakar  binatang,  yang  lain  kegairahan memburu binatang
dengan nama Tuhan.
 
Ada yang mempercayai bahwa pertapa  (hidup  bertapa)  adalah
dicintai Tuhan.
 
Yang   lain   memuja  Tuhan  lewat  nyanyian  dan  permainan
alat-alat musik, yang lain  lagi  dengan  jalan  tunduk  dan
sujud ketika mereka sembahyang.
 
Bentuk  sembahyang  yang  dapat diterima harus sesuai dengan
kehendak  Tuhan,  bukan  keinginan  kita.   Dia   menentukan
kehendakNya untuk kita lakukan melalui pesuruh atau Nabi.
 
4).  Diperlukan untuk menahan hawa nafsu. Manusia yang tidak
terpimpin dan tidak terdidik, menyerupai binatang  di  dalam
naluri   atau  pembawaannya.  Akal  dirusak  untuk  melayani
pemusatan  kegairahannya  (nafsu)  kecuali   jika   diadakan
penahanan.  Filsafat  tidak berguna untuk menahan kegairahan
kita, sebab filsafat tersedia hanya sedikit, juga tidak  ada
keteguhan  di  dalam  filsafat  yang  mendorong  kita  untuk
mengontrol  nafsu  (kegairahan).  Beberapa  orang   mencapai
kesimpulan  bahwa  kita hanya mengejar kepuasan naluri. Kita
sekarang berjuang melawan ideologi yang  berpandangan  hidup
materialistis,  azas-azas  yang  tidak  dapat  menahan nafsu
untuk alasan-alasan moral. Moral etika  seluruhnya  terletak
pada  Tuhan.  Bila pesuruhNya menyampaikan kata~katanya, hal
itu  akan   menjadi   dasar   kebenaran   untuk   mengakhiri
perselisihan di dalam masalah- masalah ini.
 
5).   Diperlukan   untuk  memberitahukan  tentang  kehidupan
setelah  mati.  Untuk  seseorang  yang  mempercayai   Tuhan,
percaya  bahwa  hidupnya  akan  dilanjutkan  setelah mati di
dalam beberapa bentuk. Juga  mungkin  bahwa  akan  ada  hari
pertimbangan dimana manusia akan diberi hadiah atau dihukum.
 
Bila  ada kehidupan setelah mati yang demikian, manusia akan
mempersiapkan dirinya. Hanya  Tuhan  yang  dapat  mengetahui
tentang adanya hidup setelah mati.
 
Filsafat  tidak dapat menolong dalam hal ini, juga pemikiran
manusia tidak dapat menarik kesimpulan adanya hidup  setelah
mati  lewat  penyelidikan  atau  pengalaman  di dunia. Hanya
Tuhan yang memiliki ilmu tertentu  ini.  Dia  dapat  memberi

keterangan ini melalui pesuruhNya.

Jawaban-jawaban  untuk  pertanyaan-pertanyaan timbul di atas
terletak pada Tuhan. Dia dapat memberi ilmu  kepada  manusia
dengan  berbagai  cara yang Dia inginkan. Salahsatu cara ini
adalah mengirim seorang  Nabi  yang  dapat  menjawab  dengan
jelas  setiap pertanyaan-pertanyaan sebagai perantara antara
Tuhan dan manusia. Tugas Nabi dan Pesuruh itu adalah:
 
A. Mengajar manusia akan makna yang  sebenarnya  dari  alam
semesta.
 
Alam  semesta  adalah benar-benar tak terbatas dan penuh
dengan keajaiban-keajaiban, dan bila difikirkan benar-benar,
hal  itu  dapat  menunjukkan  kekuatan  dan kebenaran adanya
Pencipta. Perhatian manusia dapat ditarik  pada  tanda-tanda
alam      itu     melalui     ajaran-ajaran     Nabi     dan
perintah-perintahNya.
 
B. Untuk menetapkan moral  dan  patokan-patokan  etika  dan
tata  cara  sehingga  manusia  dapat  menyesuaikan  diri dan
menghindari hal-hal yang bertentangan dengan etika.
 
C. Untuk membuat kita menyembah Tuhan dan mengajarkan  pada
kita bagaimana melakukan pemujian-pemujian yang semestinya.
 
D. Untuk  memberitahu kita tentang tatacara yang diperlukan
untuk mengendalikan nafsu dan untuk mendorong cita-cita kita
mencapai kemurnian.
 
E. Untuk  memberitahukan  pada  kita  bahwa  ada  kehidupan
setelah mati.
 
WILSON:
 
Ajaran-ajaran yang sangat bagus ini belum  memenuhi  seluruh
maksud dalam memperdebatkan masalah-masalah etika dan moral
 
Perselisihan  masih  terdapat  pada cara menyembah Pencipta,
dan tentang adanya Dia,  dan  ada  atau  tidaknya  kehidupan
setelah mati.
 
CHIRRI:
 
Maksud-maksud  ini  telah terpenuhi dengan sangat memuaskan,
sejak   sebagian   besar   ummat   manusia    setuju    pada
masalah-masalah moral dan percaya adanya Pencipta dan adanya
Hari  Kemudian.  Dengan  kepercayaan   ini   manusia   dapat
membatasi nafsu dan dapat memperbaiki moral dunia.
 
Bila  Tuhan  menciptakan  dunia  lain  atau menetapkan untuk
menciptakan lain, Dia akan menjelaskan hal itu pada manusia,
sehingga  dengan  demikian kita dapat menjadi sadar akan hal
itu.  Bila  Pencipta  tidak  mengirimkan  pesuruhNya   untuk
menyampaikan pada manusia penjelasan ini, kita akan diampuni
bila kita mengabaikan hal itu, dan kita tidak akan mempunyai
kesempatan untuk menjadi lebih sempurna.
 
Lain  dari  pada  itu,  bila  Dia menciptakan dunia lain dan
tidak diperkenalkan pada kita, ciptaan itu  akan  samasekali
tak berguna.
 
WILSON:
 
Dari  kata  "Nabi"  kita  tahu  bahwa Nabi dimaksudkan untuk
berhubungan dengan Tuhan dan menerima kata-kataNya.
 
Cara-cara  pemberitahuan  kepada  manusia   adalah   melalui
jasmani,    baik    melalui    pendengaran    atau   membaca
tulisan-tulisan. Nabi adalah seorang manusia  seperti  kita.
Dia  dapat  mendengarkan suara dengan telinganya dan membaca
tulisan dengan matanya. Tetapi Tuhan tidak berbentuk (God is
not  physical).  Dia  tidak berbicara dengan suara, juga Dia
tidak menulis dengan tangan. Bagaimana  seorang  Nabi  dapat
berhubungan dengan Tuhan?
 
CHIRRI:
 
Seorang  Nabi  akan  berhubungan  dengan Tuhan melalui salah
satu cara-cara berikut ini:
 
(a) Dia akan menerima ilham kejiwaan (revelation  mentally).
Tuhan  akan  menunjukkan  padanya  secara  kejiwaan beberapa
kebenaran dengan menciptakan, lewat pemikirannya, ilmu  yang
jelas dari kebenaran itu.
 
(b) Tuhan akan menciptakan beberapa kata-kata yang terdengar
oleh Nabi lewat objek yang tidak  berbicara.  Ilham  pertama
yang   diterima  oleh  Musa  datang  dengan  cara  ini.  Dia
mendengar kata-kata Tuhan yang datang dari pohon.
 
(c) Seorang Nabi akan menerima suatu pesan yang  jelas  dari
Tuhan melalui malaikat pesuruh. Nabi Muhammad menerima Kitab
Suci Al-Qur'an melalui malaikat Jibril (Gabriel).
 
Kata Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  tiada  seorang  manusiapun,  akan  dapat  berkata-kata
dengan  Allah,  melainkan dengan wahyu, atau di balik tabir,
atau diutusNya utusan, lalu dengan izinNya diwahyukanNya apa
yang   dikehendakiNyn   Sesungguhnya  Dia  Maha  Tinggi  dan
Bijaksana." 42:51.
 
Pencipta dapat berhubungan dengan  pesuruhNya  dalam  setiap
cara  yang  Dia kehendaki. Si penerima wahyu memiliki syarat
tertentu, di atas manusia biasa.
Dari Qur'an:
 
"Dan ketika Kami  menyediakan  tempat,  rumah  (suci)  untuk
Ibrahim, firman Kami: Bahwa janganlah engkau mempersekutukan
Aku dengan barang suatu apapun,  dan  sucikanlah  Rumah  Aku
untuk  orang-orang  yang  thawwaf  (berkeliling  Ka'bah) dan
orang-orang   yang   berdiri   [mengerjakan   ibadah]    dan
orang-orang yang rukuk dan sujud (dalam sembahyang).
 
Dan  permaklumkanlah  kepada  manusia  itu mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang  kepada  engkau  dengan  berjalan
kaki dan mengendarai onta: mereka datang dari segenap negeri
yang jauh.
 
Supaya mereka menyaksikan keuntungan-keunlungan buat mereka,
dan  mereka  menyebut  nama  Tuhan selama beberapa hari yang
ditentukan, karena Tuahan  telah  memberikan  kepada  mereka
binatang ternak; sebab itu makanlah sebagiannya dan sebagian
berikanlah kepada orang miskin yang sengsara." 22: 26-28.
 
Itu  adalah  tindakan  Ibrahim  yang   luar   biasa,   untuk
meninggalkan  anak  yang  pertamanya di padang pasir Arab di
mana tidak ada buah-buahan, air dan kota.
 
Tetapi  dia  mempunyai  dua  tujuan  untuk   mencapai,   dan
masing-masing cukup besar untuk membuat Ibrahim berkeinginan
menghancurkan  pengorbanan  yang  demikian  dan   berikhtiar
sekuat-kuatnya.
 
Yang pertama dari dua tujuan itu ialah;
 
Mendirikan  Rumah  Suci  dan  menyerahkan  untuk  mesjid itu
anaknya   sebagai   wali   yang   akan   menyembah    Tuhan,
menghantarkan  kebaktian  sesuai  dengan  Agama  Tuhan  yang
benar,   dan   mengajarkan   anak-anaknya   dan   masyarakat
prinsip-prinsip  yang  benar.  Oleh karena itu Ibrahim tidak
hanya  meluaskan   kepercayaannya,   tetapi   juga   membuat
kelangsungan dari kepercayaan itu lebih meyakinkan.
 
Ketidak-berhasilan  Ishak  di  dalam  tugas  keagamaan  ini,
kepercayaan akan dilanjutkan  melalui  anak-anak  Ismail  di
Arabia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Wahai  Tuhan  kami,  sesungguhnya  aku menempatkan sebagian
dari turunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman,
di dekat Rumah SuciMu.
 
Wahai   Tuhan   kami,   supaya   mereka   tetap  mengerjakan
sembahyang; sebab  itu,  jadikanlah  hati  manusia  tertarik
kepada   mereka,  dan  berilah  buah-buahan,  menjadi  rizki
mereka, mudah-mudahan mereka berterima.kasih." 14: 37.
 
Kita tidak mengetahui keluasan dari pertumbuhan  kepercayaan
lbrahim  di  tanah Arab. Sejarah tidak menerangkan pada kita
dengan jelas keadaan keagamaan di negara Arab selama periode
yang  panjang (lama), dari masa Ibrahim sampai akhir abad ke
lima tarikh Kristen.
 
Pada abad ke-enam kita temui sebagian besar orang-orang Arab
menyembah berhala, tetapi meskipun demikian, kita temui pada
waktu yang sama, beberapa  upacara-upacara  dan  pelaksanaan
yang dapat dihubungkan hanya dengan ajaran Ibrahim.
 
Ziarah   ke   Rumah  Suci  di  Mekkah  dan  Sunnat  (Chatan)
diselenggarakan dan dilakukan oleh seluruh  suku  Arab  yang
bukan     Kristen.     Sepanjang     upacara-upacara     dan
pelaksanaan-pelaksanaan ini, kita temui  sebagian  kecil  di
antara  orang-orang  Arab, percaya pada Tuhan, menyembahNya,
dan menolak menyembah patung.
 
Tujuan Ibrahim kedua adalah menyiapkan anak-anak Ismail  dan
bangsa  yang  disatukan,  untuk dijayakan masa depannya, dan
rakyat yang berbicara bahasa  Arab  akan  diperkenankan  dan
dihormati  dengan  hadirnya  Nabi terakhir di antara mereka,
bila mereka siap untuk  menerima  pesannya  yang  besar  dan
meluaskan kata-kata Tuhan ini ke seluruh dunia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  ketika  Ibrahim  dan  Ismail  meninggikan  azas  rumah
(Baitullah) itu keduanya berkata: Tuhan kami Terimalah kami,
sesungguhnva Engkau Maha Mendengar dan Maha Tahu.
 
Tuhan  kami, jadikanlah kami berdua menjadi orang yang patuh
kepada Engkau, dan jadikanlah keturunan kami umat yang patuh
juga  kepada  Engkau,  dan  tunjukkanlah  kepada kami jalan,
serta ampunilah kami sesungguhnya Engkau Penerima Taubat dan
Penyayang.
 
Tuhan Kami! Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari golongan
mereka,    yang    akan     membacakan     kepada     mereka
keterangan-keterangan  Engkau,  dan  mengajarkan  Kitab  dan
kebijaksanaan   kepada   mereka   dan   menyucikan   mereka,
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Bijaksana." 2: 127-129.
 
Permintaan  Nabi  Ibrahim itu dijawab, dan pada abad ketujuh
A.D. permintaan ini telah dijawab.
 
Nabi yang diharapkan telah tiba dengan suatu cara yang belum
pernah  didapati  sebelumnya dengan penunjukkan yang sanggup
mendukung       kebenaran,       melindungi        kebutuhan
kebebasan-kebebasan  dan  membuka jalan untuk azas-azas yang
baik.
 
Ini adalah cara menggunakan  akal  (logika)  sebagai  maksud
utama  untuk  meyakinkan dan menunjukkan kepada setiap orang
yang mengancam kebebasan-kebebasan yang suci itu.
 
Ya, di abad ke-tujuh dunia diberkati  dengan  hadirnya  Nabi
yang terakhir dengan seluruh umat, yaitu Nabi Muhammad, yang
timbul dari mereka, pusat negera Arab, untuk menerangi Timur

dan Barat.