Tampilkan postingan dengan label arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arab. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2008

Masa Depan Nabi

Masa Depan Nabi
 
 
WILSON:
 
Hingga  kini  kita  telah  membicarakan dua jenis pernyataan
Qur'an tentang masa depan yang tidak di-sangka-sangka:  satu
type  mengenai  nasib  Qur'an  itu  sendiri,  dan  yang lain
mengenai masa depan Islam.
 
Apakah  Qur'an  mengemukakan  ramalan-ramalan  tentang  masa
depan Nabi?
 
CHIRRI:
 
Kitab Suci Qur'an berisikan penjelasan-penjelasan yang amat
jelas mengenai keamanan Nabi Muhammad.
 
"Hai Rasul! Sampaikan apa yang diwakyukan kepada engkau dari
Tuhan.  Dan  kalau  itu  tidak engkau kerjakan, maka berarti
engkau tidak menyampaikan (menjalankan) tugas perutusan dari
Tuhan.  Tuhan  memelihara  engkau dari manusia. Sesungguhnya
Tuhan  tidak  memberi  petunjuk  kepada  kaum   yang   tidak
beriman." 5 : 67
 
Ayat   itu  menjamin  Nabi  Muhammad  perlindungan  terhadap
seluruh manusia. Tidak ada kekuatan manusia,  sesuai  dengan
ramalan itu, dapat menghancurkan kehidupan Muhammad. Apabila
Nabi meninggal di medan peperangan atau dibunuh,  pernyataan
ini  akan  menjadi  tidak benar dan kenabian akan dibuktikan
kesalahannya.
 
Dengan kondisi di mana Nabi  hidup  (tinggal),  ramalan  itu
bertentangan   dengan   harapan  manusia.  Dari  saat  Islam
diproklamirkan,        Nabi        dihadapkan         dengan
permusuhan-permusuhan.
 
Dia  dipilih  sebagai satu-satunya musuh orang-orang Mekkah.
Hidupnya dikelilingi  dengan  bahaya-bahaya.  Dia  hidup  di
bawah   ancaman,  dan  untuk  selama  beberapa  tahun  tanpa
perlindungan  fisik.  Pada  saat  pembelanya,  Abu   Thalib,
meninggal,  dia  bahkan  tidak  mendapatkan  perlindungan di
tempat suci guna membawa pesannya  kepada  orang-orang  yang
berziarah.  Pemimpin-pemimpin  penting  dengan  siasat  yang
sopan memburu dia dan berniat membunuhnya.
 
Bila dia lolos, hadiah besar diumumkan untuk penangkapannya,
hidup  atau  mati.  Sebelum  berangkat  ke Madinah, Muhammad
dipastikan  ditangkap,  dan  Islam  diharapkan   dihilangkan
sampai ke akar-akarnya.
 
Setelah   sampai   di   Madinah,   peperangan   terjadi  dan
orang-orang Islam dihadapkan dengan suatu perang yang hebat,
yang mana musuh selalu jauh lebih besar jumlahnya.
 
Orang-orang  Mekkah  menyuruh  penduduk  padang  pasir untuk
melawan      orang-orang      Islam.      Lebih      lanjut,
pemerintah-pemerintah  dari  bangsa-bangsa  yang  bukan Arab
marah  karena  bahasa  Muhammmad  yang  sangat   kuat   yang
digunakan mengundang mereka untuk memeluk Islam.
 
Suatu   contoh   ialah  pesannya  kepada  Heraclius,  Kaisar
Byzantine (Rum):
 
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan Penyayang.
 
Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk  Heraclius,
raja  Romawi.  Sudah  tentu saya mengajak anda memeluk Agama
Islam. Jadilah orang Islam, dan  anda  akan  selamat.  Tuhan
akan  rnenghadiahi  anda  dua kali. Bila anda mengelak, anda
akan dibebani dengan dosa. Marilah  bersepakat  antara  kita
dan  anda:  bahwa  kita akan memuja tidak lain kecuali Tuhan
dan bahwa kita akan  tunduk  dihadapanNya,  dan  bahwa  kita
tidak akan mengakui Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
 
Meskipun  bahaya-bahaya mengelilingi Nabi, dia hidup secara
biasa. Dia tidak memiliki pengawal-pengawal dan berperang di
medan  perang, kadang-kadang di baris terdepan. Dia berjalan
di jalan tengah  malam  dan  tinggal  tanpa  penjagaan.  Ada
banyak   kesempatan   baik  untuk  membunuhnya,  dan  banyak
percobaan telah dilakukan.
 
Beberapa  percobaan  pembunuhan  di  bawah  ini  akan   saya
sebutkan:
 
Pada  suatu  hari  dia  sedang tidur sendiri di bawah pohon,
tidak jauh dari perkemahannya. Dia dibangunkan  oleh  suara!
Dia  melihat  Durthur,  prajurit  musuh,  sedang  berdiri di
hadapannya  dengan  mencabut  pedang.  "Hai  Muhammad"   dia
berseru, "Siapa yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab
Nabi. Untuk beberapa alasan yang  tidak  diketahui,  Durthur
menjatuhkan pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
 
Sambil melambaikan pedangnya, dia berseru sebaliknya, "Siapa
yang akan menyelamatkan anda, hai Durthur?" "Tak seorangpun"
jawab prajurut itu. "Maka belajarlah dari saya untuk menjadi
pengasih." Sambil berkata dia mengembalikan  pedangnya  pada
prajurit itu.
 
Prajurit  itu  sangat terharu. Dia mengakui Muhammad sebagai
seorang Nabi dan masuk Islam.2
 
Pada  kesempatan  lain,  Muhammad  pergi  membawa   beberapa
pcngikut-pengikutnya   untuk  mengunjungi  suku  yang  bukan
Islam. Santapan diselenggarakan di ruang terbuka, berdekatan
tempat tinggal kepala suku. Nabi mengetahui bahwa dia diberi
umpan untuk dikhianati, dan akan dibunuh ketika dia duduk di
pesta  itu.  Dia  dilempar  batu dari atap Rumah bertingkat.
Tanpa menerangkan pengkhianatan ini pada  rekan-rekannya  ia
meninggalkan pesta dan kembali ke Medinah.3
 
Lebih    dari    sekali,    Muhammad    ditinggalkan    oleh
prajurit-prajuritnya sendiri  di  dalam  peperangan  melawan
beribu-ribu musuh.
 
Pada  saat-saat demikian, dia adalah sasaran kekuatan musuh.
Muhammad yakin akan perlindungan Tuhan,  dan  ramalan  telah
dipenuhi.
 
Catatan kaki:
 
2 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 18

3 Life of Mohammad by Washington Irving, Chapter 21

WILSON:
 
Apakah  Qur'an mengemukakan beberapa penjelasan tentang masa
depan kenabian umumnya?
 
CHIRRI:
 
Pernyataan yang mengatakan bahwa  Nabi  Muhammad adalah Nabi
terakhir  adalah  keterangan  yang  jelas tentang masa depan
kenabian
 
"Muhammad itu  bukan  bapak  seorangpun  dari  laki-laki  di
antara  kamu,  tetapi dia Rasul Allah dan penutup Nabi-nabi.
Dan Tuhan itu Maha Tahu atas segala sesuatu." 33: 40
 
Kata khatam (penutup),  artinya  (dimaksudkan)  cap  (tanda)
yang  menutup tempat penyimpan sesuatu atau cap (tanda) yang
mengakui keaslian isi-isi tertentu dari surat-surat  penting
atau pesan.
 
Nabi Muhammad berkata pada saudara sepupunya Ali:
 
"Kedudukanmu  disamping  saya  sama  dengan  kedudukan Harun
disamping Musa, tetapi tidak akan ada nabi setelah saya."
 
Menyatakan bahwa Muhammad  adalah  penutup  dari  nabi-nabi,
sebenarnya   suatu   keterangan   tentang  masa  depan  dari
kenabian.  Hal  itu  menyatakan  bahwa  dunia   tidak   akan
menyaksikan  seorang nabi setelah meninggalnya Muhammad, dan
bahwa Tuhan tidak akan mengirimkan  pesuruhnya  lagi  kepada
manusia.  Jadi  sejarah  yang  panjang  dari  kenabian  akan
ditutup dengan kematiannya: Muhammad.
 
Ini   adalah   suatu   ramalan   yang   benar-benar    tidak
disangka-sangka.  Kita  menyangka  bahwa  Tuhan  melanjutkan
pengiriman Nabi-nabiNya untuk manusia.  Dia  sudah  mengirim
banyak   nabi-nabi,  sebelum  Muhammad,  dan  kita  lazimnya
mengharap Dia melanjutkan pengiriman yang  demikian  setelah
meninggalnya Nabi Muhammad.
 
Sebenarnya,  Materialisme di dalam abad-abad modern ini jauh
lebih besar dari pada sebelum  Muhammad,  karena  itu  wahyu
(ilham)  kejiwaan (a spiritual revelation) kelihatannya akan
lebih diperlukan daripada sebelumnya
 
Kesulitan  dari  sebab-sebab   pada   masalah   ini   adalah
benar-benar  di  luar  ilmu  manusia.  Tak  seorangpun dapat
mengetahui bagaimana Tuhan menetapkan untuk mengirim seorang
nabi untuk manusia. Ilmu ini hanya dimiliki Tuhan.
 
WILSON:
 
Ramalan-ramalan yang mengagumkan biasanya berhubungan dengan
beberapa peristiwa yang akan terjadi  pada  waktu  tertentu.
Pemberitahuan  yang  terdapat  dalam  ayat tidak berhubungan
dengan suatu kejadian yang akan terjadi pada  waktu  khusus.
Hal  itu  tidak  mengatakan  pada  kita  sesuatu  yang  akan
terjadi. Sekedar pemberitahuan negatif, yang mengatakan pada
kita bahwa tidak akan ada Nabi yang datang setelah Muhammad.
 
CHIRRI:
 
Untuk  memberi  pemberitahuan  yang positif jauh lebih mudah
dari pada memberi  pemberitahuan  yang  negatif.  Mari  kita
gambarkan dengan suatu contoh pemberitahuan yang berhubungan
dengan masa lalu dan masa  akan  datang.  Jauh  lebih  mudah
mengatakan  bahwa  Mr.  Smith  mengendarai  mobil  dari pada
mengatakan Mr. Johnson tidak pernah mengendarai mobil. Untuk
menjadi  benar  secara  positif,  perlu  melihat  Mr.  Smith
mengendarai mobil.  Untuk  mengatakan  kebenaran  bahwa  Mr.
Johnson   tidak   pernah   mengendarai   mobil,  anda  perlu
mengetahui seluruh masa lalunya Mr. Johnson.
 
Mari kita telaah pemberitahuan masa akan datang. Anda  boleh
meramalkan  bahwa  akan  ada  dalam masa lima tahun, seorang
sarjana yang genius dari  antara  orang-orang  Detroit.  Ini
jauh  lebih  mudah  daripada mengatakan bahwa tidak akan ada
sarjana  genius  di   Detroit   dalam   masa   lima   tahun.
Pemberitahuan  yang  demikian  membutuhkan  ilmu pengetahuan
yang luas tentang berjuta-juta  orang  yang  akan  hidup  di
Detroit   dalam  periode  itu.  Ilmu  yang  demikian  adalah
benar-benar di luar jangkauan kita.
 
Andaikata kita membuat ramalan yang lebih luas, marilah kita
mengatakan  bahwa  Amerika  Serikat atau seluruh dunia tidak
akan mempunyai  sarjana  genius  selama  lima  puluh  tahun.
Ramalan yang demikian akan mustahil (tidak masuk akal); bila
kita meramalkan bahwa  dunia  tidak  akan  memiliki  seorang
sarjana  yang  demikian  untuk  selama-lamanya,  sudah tentu
ramalan kita tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian  dari
Muhammad adalah demikian.
 
Hal itu tidak hanya berhubungan dengan suatu pembatasan masa
depan dari sesuatu bangsa khusus,  tapi  berhubungan  dengan
masa  depan  yang  tak terbatas, dari seluruh dunia, hal itu
dikatakan sesungguhnya, tidak akan menyaksikan nabi  setelah
Muhammad,  sampai  akhir  dunia.  Muhammad  sendiri  sebagai
manusia  tidak  dapat  meramalkan  suatu  masa  depan   yang
demikian.
 
Ramalan  tidak  dari  dia.  Ini adalah suatu wahyu dari yang
mengetahui masa depan manusia.
 
Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad  ini  tidak
memperoleh Nabi lagi.
 
WILSON:
 
Banyak  individu-individu  setelah  Muhammad  telah menuntut
kenabian. Beberapa di antara mereka hidup di  abad  ini  dan
beberapa  di  antaranya malahan masih hidup. Apakah tuntutan
mereka tidak mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
 
CHIRRI:
 
Tuntutan kenabian tidak banyak dan tidak  akan  mempengaruhi
kebenaran  dari  ramalan  ini,  kecuali  jika  tuntutan yang
demikian   telah   dibuktikan.   Kecuali   kenyataan   bahwa
beratus-ratus   individu  menyatakan  kenabian  mereka,  dan
beberapa dari mereka hidup pada masa nabi Muhammad  sendiri.
Dan  kenyataan  tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan
kenabiannya. Semuanya  telah  dibuktikan  kesalahannva,  dan

tuntutan mereka mati bersama mereka.

Perlu nabi-nabi

Perlu Nabi-Nabi

WILSON:
Mengapa manusia memerlukan atau perlu mempunyai seorang atau
pesuruh Tuhan? Manusia diberi kemampuan mental, sehingga dia
dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Seseorang
dapat mengatakan bahwa ia tidak  memerlukan  pimpinan  untuk
mengatakan padanya apa yang dilakukan atau yang tidak.
 
Rata-rata   individu   dapat   berkelakuan  arif  (berbudi),
sehingga dia dapat  bergaul  dengan  yang  lain  dan  dengan
keluarganya  sendiri dengan jalan yang rasionil (masuk akal)
tanpa memerlukan hukum Ketuhanan.
 
CHIRRI:
 
Kenabian diperlukan dengan banyak alasan:
 
1). Diperlukan   memperingatkan   manusia   tentang   Tuhan.
Berdasarkan teori, manusia sanggup menarik kesimpulan adanya
pencipta melalui penyelidikannya atas ciptaan-ciptaan  Tuhan
di bumi.
 
Pendapat  manusia  sanggup  merenungkan hal yang abstrak dan
pengertian yang umum (Universal Ideas).  Akan  tetapi,  kita
pada umumnya dihalangi (dibebani) pemikiran. Sebab keinginan
biologis kita atau keperluan-keperluan manusia terbatas pada
bahan  yang ada di dunia. Bahan yang menarik dari dunia akan
memalingkan perhatian  kita.  Rata-rata  orang  tidak  mampu
menguraikan  maksud  dari  Pembuatnya. Juga tidak dapat kita
mengharap rata-rata  orang  untuk  memisahkan  dirinya  dari
zat-zat yang ada di dunia untuk memikirkan tentang Tuhan.
 
Selain  daripada  itu, susunan yang indah dalam alam semesta
berarti adanya  Pengatur,  Tuhan  Yang  Maha  Kuasa.  Tetapi
manusia  hanya  berminat kepada keindahan susunan alam, tapi
tidak memikirkan asal-usulnya.
 
Manusia telah terbiasa  dengan  melihat  terbitnya  matahari
dari timur dan tidak berfikir mengapa manusia gagal mengenal
Penciptanya. Pengakuan adanya Dia bukan hasil dari pemikiran
umum    tetapi    karena    ajaran-ajaran    dari   beberapa
individu-individu yang berhasil memimpin manusia.
 
2). Diperlukan pemimpin yang tak dapat dipersengketakan.
 
Manusia berbeda pendidikannya, kemampuannya, perasaannya dan
latar     belakangnya,    jadi    mereka    berbeda    dalam
pandangan-pandangan  mereka.  Banyak  hal-hal  penting  yang
berhubungan  dengan  tindakan manusia sangat bertentangan di
antara perorangan-perorangan  dan  kelompok-kelompok.  Etika
dan moral sering diperdebatkan.
 
Pembenaran  yang berdasarkan filsafat dapat diperoleh hampir
pada setiap pendapat.
 
Akal dan filsafat telah gagal mencari penyelesaian  terhadap
pertanyaan mengenai moral dan etika.
 
Jawaban-jawaban  yang  kita  cari  harus datang dan pimpinan
yang  tak  dapat  disangkal   lagi,   yang   mampu   membuat
individu-individu dan kelompok-kelompok tunduk.
 
3). Diperlukan pemujian Tuhan.
 
Meskipun   seorang   pemikir   dapat   mengakui   Tuhan  dan
KebesaranNya, dia biasanya melupakan pemujian-pemujian  yang
penting.  Bahkan  bila seseorang mengakui perlunya pemujian,
dia tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya.
 
Beberapa  orang  berpendapat  pentingnya  mengorbankan   dan
membakar  binatang,  yang  lain  kegairahan memburu binatang
dengan nama Tuhan.
 
Ada yang mempercayai bahwa pertapa  (hidup  bertapa)  adalah
dicintai Tuhan.
 
Yang   lain   memuja  Tuhan  lewat  nyanyian  dan  permainan
alat-alat musik, yang lain  lagi  dengan  jalan  tunduk  dan
sujud ketika mereka sembahyang.
 
Bentuk  sembahyang  yang  dapat diterima harus sesuai dengan
kehendak  Tuhan,  bukan  keinginan  kita.   Dia   menentukan
kehendakNya untuk kita lakukan melalui pesuruh atau Nabi.
 
4).  Diperlukan untuk menahan hawa nafsu. Manusia yang tidak
terpimpin dan tidak terdidik, menyerupai binatang  di  dalam
naluri   atau  pembawaannya.  Akal  dirusak  untuk  melayani
pemusatan  kegairahannya  (nafsu)  kecuali   jika   diadakan
penahanan.  Filsafat  tidak berguna untuk menahan kegairahan
kita, sebab filsafat tersedia hanya sedikit, juga tidak  ada
keteguhan  di  dalam  filsafat  yang  mendorong  kita  untuk
mengontrol  nafsu  (kegairahan).  Beberapa  orang   mencapai
kesimpulan  bahwa  kita hanya mengejar kepuasan naluri. Kita
sekarang berjuang melawan ideologi yang  berpandangan  hidup
materialistis,  azas-azas  yang  tidak  dapat  menahan nafsu
untuk alasan-alasan moral. Moral etika  seluruhnya  terletak
pada  Tuhan.  Bila pesuruhNya menyampaikan kata~katanya, hal
itu  akan   menjadi   dasar   kebenaran   untuk   mengakhiri
perselisihan di dalam masalah- masalah ini.
 
5).   Diperlukan   untuk  memberitahukan  tentang  kehidupan
setelah  mati.  Untuk  seseorang  yang  mempercayai   Tuhan,
percaya  bahwa  hidupnya  akan  dilanjutkan  setelah mati di
dalam beberapa bentuk. Juga  mungkin  bahwa  akan  ada  hari
pertimbangan dimana manusia akan diberi hadiah atau dihukum.
 
Bila  ada kehidupan setelah mati yang demikian, manusia akan
mempersiapkan dirinya. Hanya  Tuhan  yang  dapat  mengetahui
tentang adanya hidup setelah mati.
 
Filsafat  tidak dapat menolong dalam hal ini, juga pemikiran
manusia tidak dapat menarik kesimpulan adanya hidup  setelah
mati  lewat  penyelidikan  atau  pengalaman  di dunia. Hanya
Tuhan yang memiliki ilmu tertentu  ini.  Dia  dapat  memberi

keterangan ini melalui pesuruhNya.

Jawaban-jawaban  untuk  pertanyaan-pertanyaan timbul di atas
terletak pada Tuhan. Dia dapat memberi ilmu  kepada  manusia
dengan  berbagai  cara yang Dia inginkan. Salahsatu cara ini
adalah mengirim seorang  Nabi  yang  dapat  menjawab  dengan
jelas  setiap pertanyaan-pertanyaan sebagai perantara antara
Tuhan dan manusia. Tugas Nabi dan Pesuruh itu adalah:
 
A. Mengajar manusia akan makna yang  sebenarnya  dari  alam
semesta.
 
Alam  semesta  adalah benar-benar tak terbatas dan penuh
dengan keajaiban-keajaiban, dan bila difikirkan benar-benar,
hal  itu  dapat  menunjukkan  kekuatan  dan kebenaran adanya
Pencipta. Perhatian manusia dapat ditarik  pada  tanda-tanda
alam      itu     melalui     ajaran-ajaran     Nabi     dan
perintah-perintahNya.
 
B. Untuk menetapkan moral  dan  patokan-patokan  etika  dan
tata  cara  sehingga  manusia  dapat  menyesuaikan  diri dan
menghindari hal-hal yang bertentangan dengan etika.
 
C. Untuk membuat kita menyembah Tuhan dan mengajarkan  pada
kita bagaimana melakukan pemujian-pemujian yang semestinya.
 
D. Untuk  memberitahu kita tentang tatacara yang diperlukan
untuk mengendalikan nafsu dan untuk mendorong cita-cita kita
mencapai kemurnian.
 
E. Untuk  memberitahukan  pada  kita  bahwa  ada  kehidupan
setelah mati.
 
WILSON:
 
Ajaran-ajaran yang sangat bagus ini belum  memenuhi  seluruh
maksud dalam memperdebatkan masalah-masalah etika dan moral
 
Perselisihan  masih  terdapat  pada cara menyembah Pencipta,
dan tentang adanya Dia,  dan  ada  atau  tidaknya  kehidupan
setelah mati.
 
CHIRRI:
 
Maksud-maksud  ini  telah terpenuhi dengan sangat memuaskan,
sejak   sebagian   besar   ummat   manusia    setuju    pada
masalah-masalah moral dan percaya adanya Pencipta dan adanya
Hari  Kemudian.  Dengan  kepercayaan   ini   manusia   dapat
membatasi nafsu dan dapat memperbaiki moral dunia.
 
Bila  Tuhan  menciptakan  dunia  lain  atau menetapkan untuk
menciptakan lain, Dia akan menjelaskan hal itu pada manusia,
sehingga  dengan  demikian kita dapat menjadi sadar akan hal
itu.  Bila  Pencipta  tidak  mengirimkan  pesuruhNya   untuk
menyampaikan pada manusia penjelasan ini, kita akan diampuni
bila kita mengabaikan hal itu, dan kita tidak akan mempunyai
kesempatan untuk menjadi lebih sempurna.
 
Lain  dari  pada  itu,  bila  Dia menciptakan dunia lain dan
tidak diperkenalkan pada kita, ciptaan itu  akan  samasekali
tak berguna.
 
WILSON:
 
Dari  kata  "Nabi"  kita  tahu  bahwa Nabi dimaksudkan untuk
berhubungan dengan Tuhan dan menerima kata-kataNya.
 
Cara-cara  pemberitahuan  kepada  manusia   adalah   melalui
jasmani,    baik    melalui    pendengaran    atau   membaca
tulisan-tulisan. Nabi adalah seorang manusia  seperti  kita.
Dia  dapat  mendengarkan suara dengan telinganya dan membaca
tulisan dengan matanya. Tetapi Tuhan tidak berbentuk (God is
not  physical).  Dia  tidak berbicara dengan suara, juga Dia
tidak menulis dengan tangan. Bagaimana  seorang  Nabi  dapat
berhubungan dengan Tuhan?
 
CHIRRI:
 
Seorang  Nabi  akan  berhubungan  dengan Tuhan melalui salah
satu cara-cara berikut ini:
 
(a) Dia akan menerima ilham kejiwaan (revelation  mentally).
Tuhan  akan  menunjukkan  padanya  secara  kejiwaan beberapa
kebenaran dengan menciptakan, lewat pemikirannya, ilmu  yang
jelas dari kebenaran itu.
 
(b) Tuhan akan menciptakan beberapa kata-kata yang terdengar
oleh Nabi lewat objek yang tidak  berbicara.  Ilham  pertama
yang   diterima  oleh  Musa  datang  dengan  cara  ini.  Dia
mendengar kata-kata Tuhan yang datang dari pohon.
 
(c) Seorang Nabi akan menerima suatu pesan yang  jelas  dari
Tuhan melalui malaikat pesuruh. Nabi Muhammad menerima Kitab
Suci Al-Qur'an melalui malaikat Jibril (Gabriel).
 
Kata Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  tiada  seorang  manusiapun,  akan  dapat  berkata-kata
dengan  Allah,  melainkan dengan wahyu, atau di balik tabir,
atau diutusNya utusan, lalu dengan izinNya diwahyukanNya apa
yang   dikehendakiNyn   Sesungguhnya  Dia  Maha  Tinggi  dan
Bijaksana." 42:51.
 
Pencipta dapat berhubungan dengan  pesuruhNya  dalam  setiap
cara  yang  Dia kehendaki. Si penerima wahyu memiliki syarat
tertentu, di atas manusia biasa.
Dari Qur'an:
 
"Dan ketika Kami  menyediakan  tempat,  rumah  (suci)  untuk
Ibrahim, firman Kami: Bahwa janganlah engkau mempersekutukan
Aku dengan barang suatu apapun,  dan  sucikanlah  Rumah  Aku
untuk  orang-orang  yang  thawwaf  (berkeliling  Ka'bah) dan
orang-orang   yang   berdiri   [mengerjakan   ibadah]    dan
orang-orang yang rukuk dan sujud (dalam sembahyang).
 
Dan  permaklumkanlah  kepada  manusia  itu mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang  kepada  engkau  dengan  berjalan
kaki dan mengendarai onta: mereka datang dari segenap negeri
yang jauh.
 
Supaya mereka menyaksikan keuntungan-keunlungan buat mereka,
dan  mereka  menyebut  nama  Tuhan selama beberapa hari yang
ditentukan, karena Tuahan  telah  memberikan  kepada  mereka
binatang ternak; sebab itu makanlah sebagiannya dan sebagian
berikanlah kepada orang miskin yang sengsara." 22: 26-28.
 
Itu  adalah  tindakan  Ibrahim  yang   luar   biasa,   untuk
meninggalkan  anak  yang  pertamanya di padang pasir Arab di
mana tidak ada buah-buahan, air dan kota.
 
Tetapi  dia  mempunyai  dua  tujuan  untuk   mencapai,   dan
masing-masing cukup besar untuk membuat Ibrahim berkeinginan
menghancurkan  pengorbanan  yang  demikian  dan   berikhtiar
sekuat-kuatnya.
 
Yang pertama dari dua tujuan itu ialah;
 
Mendirikan  Rumah  Suci  dan  menyerahkan  untuk  mesjid itu
anaknya   sebagai   wali   yang   akan   menyembah    Tuhan,
menghantarkan  kebaktian  sesuai  dengan  Agama  Tuhan  yang
benar,   dan   mengajarkan   anak-anaknya   dan   masyarakat
prinsip-prinsip  yang  benar.  Oleh karena itu Ibrahim tidak
hanya  meluaskan   kepercayaannya,   tetapi   juga   membuat
kelangsungan dari kepercayaan itu lebih meyakinkan.
 
Ketidak-berhasilan  Ishak  di  dalam  tugas  keagamaan  ini,
kepercayaan akan dilanjutkan  melalui  anak-anak  Ismail  di
Arabia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Wahai  Tuhan  kami,  sesungguhnya  aku menempatkan sebagian
dari turunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman,
di dekat Rumah SuciMu.
 
Wahai   Tuhan   kami,   supaya   mereka   tetap  mengerjakan
sembahyang; sebab  itu,  jadikanlah  hati  manusia  tertarik
kepada   mereka,  dan  berilah  buah-buahan,  menjadi  rizki
mereka, mudah-mudahan mereka berterima.kasih." 14: 37.
 
Kita tidak mengetahui keluasan dari pertumbuhan  kepercayaan
lbrahim  di  tanah Arab. Sejarah tidak menerangkan pada kita
dengan jelas keadaan keagamaan di negara Arab selama periode
yang  panjang (lama), dari masa Ibrahim sampai akhir abad ke
lima tarikh Kristen.
 
Pada abad ke-enam kita temui sebagian besar orang-orang Arab
menyembah berhala, tetapi meskipun demikian, kita temui pada
waktu yang sama, beberapa  upacara-upacara  dan  pelaksanaan
yang dapat dihubungkan hanya dengan ajaran Ibrahim.
 
Ziarah   ke   Rumah  Suci  di  Mekkah  dan  Sunnat  (Chatan)
diselenggarakan dan dilakukan oleh seluruh  suku  Arab  yang
bukan     Kristen.     Sepanjang     upacara-upacara     dan
pelaksanaan-pelaksanaan ini, kita temui  sebagian  kecil  di
antara  orang-orang  Arab, percaya pada Tuhan, menyembahNya,
dan menolak menyembah patung.
 
Tujuan Ibrahim kedua adalah menyiapkan anak-anak Ismail  dan
bangsa  yang  disatukan,  untuk dijayakan masa depannya, dan
rakyat yang berbicara bahasa  Arab  akan  diperkenankan  dan
dihormati  dengan  hadirnya  Nabi terakhir di antara mereka,
bila mereka siap untuk  menerima  pesannya  yang  besar  dan
meluaskan kata-kata Tuhan ini ke seluruh dunia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  ketika  Ibrahim  dan  Ismail  meninggikan  azas  rumah
(Baitullah) itu keduanya berkata: Tuhan kami Terimalah kami,
sesungguhnva Engkau Maha Mendengar dan Maha Tahu.
 
Tuhan  kami, jadikanlah kami berdua menjadi orang yang patuh
kepada Engkau, dan jadikanlah keturunan kami umat yang patuh
juga  kepada  Engkau,  dan  tunjukkanlah  kepada kami jalan,
serta ampunilah kami sesungguhnya Engkau Penerima Taubat dan
Penyayang.
 
Tuhan Kami! Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari golongan
mereka,    yang    akan     membacakan     kepada     mereka
keterangan-keterangan  Engkau,  dan  mengajarkan  Kitab  dan
kebijaksanaan   kepada   mereka   dan   menyucikan   mereka,
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Bijaksana." 2: 127-129.
 
Permintaan  Nabi  Ibrahim itu dijawab, dan pada abad ketujuh
A.D. permintaan ini telah dijawab.
 
Nabi yang diharapkan telah tiba dengan suatu cara yang belum
pernah  didapati  sebelumnya dengan penunjukkan yang sanggup
mendukung       kebenaran,       melindungi        kebutuhan
kebebasan-kebebasan  dan  membuka jalan untuk azas-azas yang
baik.
 
Ini adalah cara menggunakan  akal  (logika)  sebagai  maksud
utama  untuk  meyakinkan dan menunjukkan kepada setiap orang
yang mengancam kebebasan-kebebasan yang suci itu.
 
Ya, di abad ke-tujuh dunia diberkati  dengan  hadirnya  Nabi
yang terakhir dengan seluruh umat, yaitu Nabi Muhammad, yang
timbul dari mereka, pusat negera Arab, untuk menerangi Timur

dan Barat.

Sejarah Kenabian

Sejarah Kenabian
 
WILSON:
 
Sejarah Agama yang  mempercayai  keesaan  Tuhan  menunjukkan
bahwa semua Nabi-nabi mereka berasal dari golongan Semit dan
bahwa sebagian besar dari mereka berasal dari  turunan  Nabi
Ibrahim,   kedua-duanya   dari  anak-anak  Ishak  atau  dari
anak-anak  Ismail.  Ini  dapat  dijelaskan   sebagai   suatu
keistimewaan    yang   mana   Israelites   dan   Ishmaelites
diistimewakan dari manusia-manusia yang lain. Tetapi hal ini
sangat  sukar  untuk  diterima  bahwa  Tuhan akan menjadikan
hanya dua kelompok masyarakat ini yang mendapat pesan. Tuhan
adalah  Tuhan  untuk  seluruh bangsa dan pesan-pesanNya akan
disampaikan  pada  bangsa  yang  lain.  Bila  sejarah  Agama
teliti,  harus ada beberapa alasan untuk memisahkan kenabian
pada dua kelompok masyarakat ini.
 
CHIRRI:
 
Sejarah  manusia  menunjukkan  pada  kita  bahwa  pengertian
manusia   pada  mula-mulanya  tidak  luas  dan  tak  sanggup
menciptakan cita-cita yang tinggi dan universil.
 
Di  dalam  menghormati  hubungan-hubungan  manusia,  manusia
perorangan  agaknya  memberi  hak  istimewa pada famili yang
lebih dekat dengan  cintanya  dan  sanak  saudaranya  dengan
persaudaraannya.  Semua  suku-  bangsa  yang  lain  dari dia
adalah asing atau orang yang bukan orang Yahudi.  Kebangsaan
dan  pengertian  kemanusiaan  jarang  mengambil  bagian pada
pemikirannya.
 
Akan tetapi, beberapa orang yang  telah  mendapat  anugerah,
hidup   diantara   rakyatnya  dan  sanggup  mengerti  secara
mendalam   dan   membatasi   nafsu   dan   siap    mengambil
pertanggungan jawab sebagai pimpinan dan pengajar.
 
Mengetahui  kesanggupan  mereka  yang  luar biasa kebanyakan
orang-orang yang  murah-hati  itu  membuktikan  pada  mereka
kebenaran   dan   memerintahkan  mereka  dengan  tugas  yang
terkeras, yaitu tuntutan peri kemanusiaan.
 
Individu-individu  ini  dipilih   atas   azas-azas/jasa-jasa
mereka sendiri, tidak atas dasar hubungan mereka pada bangsa
atau masyarakat.
 
Seperti yang diharapkan,  individu-individu  ini  dihadapkan
dengan  kesulitan-kesulitan  yang  tak dapat diatasi. Rakyat
tidak bersedia untuk mengikuti atau  menerima  ajaran-ajaran
mereka   dan   kebanyakan   dari  mereka  seperti  Nuh  yang
memperoleh  pengikut  yang  sangat  sedikit,  atau   seperti
Ibrahim  yang  hidup  sebagai  Nabi  tanpa  pengikut. Karena
masyarakat menolak  perubahan,  diduga  bahwa  seorang  Nabi
seperti  Ibrahim  telah  diperlukan  mencoba  untuk mencapai
kelancaran Agamanya melalui anak-anaknya, Ismail dan  Ishak,
yang setia mengikuti kepercayaan ayahnya dan menyampaikannya
pada anak-anak mereka.
 
Kelanjutan ajaran  Agama  yang  dikembangkan  secara  sempit
melalui   garis   kesukuan.  Abad-abad  telah  berlalu,  dan
kepercayaan tidak memperoleh pengikut, baik dan luar  maupun
turunan-turunan Ibrahim.
 
Maksud  yang  sangat  baik,  akan  tetapi  tidak  memperoleh
kepercayaan  dalam  suku  atau  bangsa.  Yang  Pengasih  dan
Penyayang merencanakan untuk mengembangkan kepercayaan untuk
seluruh dunia dan menunjukkan pada seluruh  manusia  tentang
kebenaran.  Yang  Maha  Kuasa  mengatur alam semesta melalui
kelaziman  dan  tujuan-tujuan  natural  yang   menyingkapkan
seluruh kejadian di alam sebagai sebab dan akibat.
 
Dia melindungi kepercayaan dan menjaga tetap hidup, meskipun
pada suatu perhatian, melalui masyarakat  yang  kecil,  yang
dianugerahi  oleh  warisan  kepcrcayaan  itu  dari ayah yang
suci.  Dia  menyebabkan  bahwa  kepercayaan   berkobar   dan
mengembang  bila  masyarakat  tumbuh  dan mempunyai kekuatan
yang  cukup  untuk  tugas   besar   perluasan   kepercayaan.
Masyarakat  kecil  itu  dimaksudkan  menumbuhkan melalui dua
arah, Ishmaelite dan Israelite.
 
Kedua-duanya dari mereka diberkati  dan  kedua-duanya  diuji
dan  diberi  tugas  besar untuk memelihara dan mengembangkan
kepercayaan, tetapi dua ujian itu tidak serempak.
 
Meskipun Ismail anak pertama Ibrahim dan memperoleh  warisan
kepercayaan  dan  anugerah  seperti  saudaranya Ishak, Tuhan
menunda  ujian  untuk  anak-anaknya  selama  beberapa  abad,
persiapan  mereka  untuk  waktu  lama  untuk  memenuhi tugas
turunan Ishak akan gagal.
 
Pertama-tama  Ishak,  Yang  Maha  Kuasa   Tuhan   mendirikan
perjanjian dengan dia. Dari Taurat:
 
"Maka  akan hal Ismail itupun telah Kululuskan permintaanmu,
bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati dia  dan  membiakkan
dia dan memperbanyak dia, dan dua belas orang raja-raja akan
berpencar dari padanya dan  Aku  akan  menjadikan  dia  satu
bangsa yang besar.
 
Akan  tetapi perjanjianKu akan Kutetapkan dengan Ishak, yang
akan diperanakkan oleh Sarah bagimu pada masa yang tertentu,
tahun yang datang ini." Genesis Chapter 21.
WILSON:
 
Sesuai dengan keterangan anda, tujuan yang sangat baik tidak
memisahkan  kepercayaan  pada  satu  atau  dua   masyarakat-
masyarakat  atau  bangsa-bangsa  tetapi  untuk mengembangkan
kepercayaan yang benar ke seluruh dunia  dan  memperkenalkan
prinsip-prinsipnya   kepada   seluruh   bangsa-bangsa.   Ini
nampaknya   tidak   demikian.   Taurat    (Old    Testament)
berulang-ulang   mengatakan   Tuhannya   Israelites  memilih
bangsa. Ini menunjukkan  bahwa  Israelites  yang  diutamakan
dari berita-berita yang sangat baik itu.
 
CHIRRI:
 
Maksud Tuhan memberi Ishak agar anak-anak Israel memeluk dan
mengikuti dengan tulus perintah-perintah yang baik  itu  dan
memimpin bangsa-bangsa pada apa yang dikehendaki Tuhan.
 
Tetapi   Israelites   tidak   dapat   hidup   sesuai  dengan
pengharapan  ini.  Hanya  sebagian  kecil   yang   mengikuti
pengajaran  yang  baik  itu dan bahwa sebagian kecil itu tak
sanggup menciptakan kepercayaan itu secara umum.
 
Sebagai hasilnya, berturut-turut nabi dari Israil diperlukan
untuk  berbicara  pada  rakyatnya  sesuai  dengan  kemampuan
pengertiannya. Di bawah  keadaan  demikian  kepercayaan  itu
dinyatakan (dikhususkan) sebagai kesukuan atau bangsa: Tuhan
adalah  Tuhan  bagi  Israel,  dan  Israelite  adalah  rakyat
pilihanNya.   Nabi-nabi  telah  mencoba  membuat  masyarakat
Yahudi memeluk kepercayaan dengan tulus.  Seluruh  Nabi-nabi
Israel dihubungkan dengan masyarakat itu, dan tak seorangpun
dari bangsa-bangsa yang bukan bangsa Yahudi adalah  hubungan
utama  mereka. Bahkan Yesus, sesuai dengan Mathew, mempunyai
sikap yang sama:
 
"Maka Yesuspun  keluarlah  dari  sana,  serta  berangkat  ke
jajahan Tsur dan Sidon. Maka adalah seorang perempuan Kanani
datang dari jajahan  itu,  serta  berteriak,  katanya:  "Ya,
Tuhan,  ya  Anak  Daud, kasihanilah hamba, karena anak hamba
yang perempuan dirasuk setan terlalu sangat."
 
Tetapi sepatah  katapun  tiada  dijawab  oleh  Yesus  kepada
perempuan   itu.   Maka   datanglah  murid-muridNya  meminta
kepadaNya, serta  berkata.  "Suruhlah  perempuan  itu  pergi
karena ia berteriak-teriak di belakang kita."
 
Maka  jawab  Yesus,  katanya:  "Tiadalah Aku disuruh berbuat
kepada yang lain kecuali  hanya  kepada  segala  domba  yang
sesat dari antara bani Israel."
 
Maka  datanglah  perempuan itu sujud menyembah Dia, katanya:
"Ya, Tuhan, tolonglah hamba!"
 
Tetapi jawab Yesus, kataNya: "tiada patut diambil roti  dari
anak-anak,  lalu  mencampakkan  kepada anjing." Mathew fasal
15.
 
WILSON:
 
Bible   memberitakan   pada   kita   bahwa   Tuhan   meminta
(menganjurkan)  Ibrahim  agar mendengarkan Sarah, isterinya,
dan membuang Ismail di padang pasir Paran, dimana tidak  ada
makanan  juga  tidak  ada  air. Ini tidak hanya nampak tidak
adanya belas-kasih,  tetapi  juga  menunjukkan  bahwa  Tuhan
tidak    mempunyai   maksud   (tujuan)   pada   Ismail   dan
anak-anaknya.
 
CHIRRI:
 
Persiapan   Ishmaelites   telah   dinyatakan   sejak   Tuhan
menasehatkan    pesuruhNya    Ibrahim   untuk   mendengarkan
isterinya, Sarah, dengan mengirimkan Ismail dan ibunya Hagar
ke  padang pasir Paran. Pembaca buku Taurat diberi hak untuk
heran tentang kebijaksanaan  yang  demikian  yang  nampaknya
sangat kejam dan tak mempunyai belas-kasih. Tetapi bila kita
memikirkan dengan seksama  urutan  kejadian  yang  mengambil
bagian  dalam  sejarah ini, kita akan mengerti kebijaksanaan
ini.
 
Tugas mengembangkan Agama yang benar  adalah  tugas  merubah
karakter  perorangan  dan  merubah  kehidupan bangsa-bangsa.
Mula-mula timbulnya bentrokan pada tugas  ini  adalah  tidak
adanya  persetujuan  antara  pengajar dari ideologi baru ini
dan yang dicoba  dipengaruhi.  Percobaan  demikian  biasanya
menemui rintangan, dan tidak mengherankan bila rintangan ini
didahului dengan bentrokan-bentrokan.  Dalam  hal  demikian,
kebebasan  mempercayai,  menyebarkan  dan  melaksanakan yang
dikehendaki untuk berhasilnya tugas itu  akan  diancam,  dan
dapat  diamankan  dan dilindungi, di dalam daerah yang tidak
demokratis, hanya bila pertahanan  ideologi  yang  baru  ini
siap  sedia  menerima  tantangan  dan  menghadapi  kekerasan
dengan kekerasan. Misi-misi ini kemudian memerlukan dukungan
pimpinan  yang kuat, berani dan masyarakat yang patuh (taat)
yang siap sedia untuk membuat setiap pengorbanan yang  mahal
tanpa kebimbangan.
 
Dari seluruh bangsa-bangsa (Timur Tengah) bangsa Arab, untuk
berabad-abad      telah      unggul      dan       menguasai
penampilan-penampilan  yang  demikian.  Jazirah  Arab  tidak
dimasuki dan dilanggar dan ditakluki oleh kekuatan asing.
 
Perorangan  Arab  ini  suka  akan   kebebasan   yang   tidak
dihalang-halangi  oleh  pemerintah-pemerintahnya. Untuk ini,
dia menjadi percaya pada diri sendiri, siap sedia melindungi
dirinya   dan  kebebasannya  oleh  kekuatannya  sendiri  dan
mewujudkan keinginannya menjadi tindakan.
 
Suatu  bangsa  yang  terdiri  dari  individu-individu   yang
demikian  mampu  membawa  misi  yang  besar, dan bila diberi
pimpinan yang luar biasa akan dapat membuat keajaiban. Untuk
memberi  Agama Ibrahim kekuatan itu dan keberanian dan untuk
menyiapkan bangsa  itu  untuk  memiliki  keberuntungan  yang
besar, Yang Maha Kuasa menasehatkan pesuruhNya Ibrahim untuk
mendengarkan isterinya, Sarah,  dengan  mengirimkan  anaknya
Ismail  pergi  dan  dia  akan  tinggal di antara orang-orang
Arab. Melalui hubungannya dengan bangsa Arab ini,  keturunan
Ismail  menjadi  satu  dengan mereka dan menjadi bangsa yang
besar yang dikodratkan membawa misi  yang  besar  pada  masa
depan yang jauh.
 
"Maka  didengar  Allah  suara  budak  itu,  lalu  berserulah
Malaikat  Allah  dari  langit  kepada  Hagar,   hai   Hagar!
Janganlah  takut,  karena  Allah telah mendengar suara budak
itu dari tempatnya. Bangunlah engkan, angkatlah  budak  itu,
sokonglah dia, karena Aku hendak menjadikan dia suatu bangsa
yang  besar,  maka  dicelikan  Allah  mata  Hagar,  sehingga
terlihatlah  ia  suatu  mata  air,  lalu pergilah ia mengisi
kirbat itu dengan air, diberinya minum budak itu.
 
Maka Allah menyertai budak itu sehingga besarlah  dia,  lalu
iapun   duduk   di  padang  belantara  dan  menjadi  seorang
pemanah." Genesis, fasal 21.
 
Dengan menempatkan Ismail di  Jazirah  Arab,  Ibrahim  telah
menanamkan  benib-benih  kepercayaannya di tanah Arab. Untuk
membuat benih itu tumbuh dan melanjutkan kepercayaannya  dia
meletakkan dasar untuk masa mendatang dengan membangun Rumah
Suci Ka'bah, di antara  negara-negara  Arab  sebagai  tempat
suci  dari  Tuhan  yang  pertama  di  dunia.  Sebagai  Tuhan
meramalkan Ibrahim dan sebagai harapan  Ibrahim,  rumah  itu
menarik penduduk Arab dan menjadi tempat suci di daerah itu.
Di sekitar situ dibangun kota  suci  Mekkah  dan  sejak  itu
sejumlah besar penziarah yang mengunjungi Rumah Suci itu dan
penyembah Tuhan di bangunanNya.
Dari Qur'an:
 
"Dan ketika Kami  menyediakan  tempat,  rumah  (suci)  untuk
Ibrahim, firman Kami: Bahwa janganlah engkau mempersekutukan
Aku dengan barang suatu apapun,  dan  sucikanlah  Rumah  Aku
untuk  orang-orang  yang  thawwaf  (berkeliling  Ka'bah) dan
orang-orang   yang   berdiri   [mengerjakan   ibadah]    dan
orang-orang yang rukuk dan sujud (dalam sembahyang).
 
Dan  permaklumkanlah  kepada  manusia  itu mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang  kepada  engkau  dengan  berjalan
kaki dan mengendarai onta: mereka datang dari segenap negeri
yang jauh.
 
Supaya mereka menyaksikan keuntungan-keunlungan buat mereka,
dan  mereka  menyebut  nama  Tuhan selama beberapa hari yang
ditentukan, karena Tuahan  telah  memberikan  kepada  mereka
binatang ternak; sebab itu makanlah sebagiannya dan sebagian
berikanlah kepada orang miskin yang sengsara." 22: 26-28.
 
Itu  adalah  tindakan  Ibrahim  yang   luar   biasa,   untuk
meninggalkan  anak  yang  pertamanya di padang pasir Arab di
mana tidak ada buah-buahan, air dan kota.
 
Tetapi  dia  mempunyai  dua  tujuan  untuk   mencapai,   dan
masing-masing cukup besar untuk membuat Ibrahim berkeinginan
menghancurkan  pengorbanan  yang  demikian  dan   berikhtiar
sekuat-kuatnya.
 
Yang pertama dari dua tujuan itu ialah;
 
Mendirikan  Rumah  Suci  dan  menyerahkan  untuk  mesjid itu
anaknya   sebagai   wali   yang   akan   menyembah    Tuhan,
menghantarkan  kebaktian  sesuai  dengan  Agama  Tuhan  yang
benar,   dan   mengajarkan   anak-anaknya   dan   masyarakat
prinsip-prinsip  yang  benar.  Oleh karena itu Ibrahim tidak
hanya  meluaskan   kepercayaannya,   tetapi   juga   membuat
kelangsungan dari kepercayaan itu lebih meyakinkan.
 
Ketidak-berhasilan  Ishak  di  dalam  tugas  keagamaan  ini,
kepercayaan akan dilanjutkan  melalui  anak-anak  Ismail  di
Arabia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Wahai  Tuhan  kami,  sesungguhnya  aku menempatkan sebagian
dari turunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman,
di dekat Rumah SuciMu.
 
Wahai   Tuhan   kami,   supaya   mereka   tetap  mengerjakan
sembahyang; sebab  itu,  jadikanlah  hati  manusia  tertarik
kepada   mereka,  dan  berilah  buah-buahan,  menjadi  rizki
mereka, mudah-mudahan mereka berterima.kasih." 14: 37.
 
Kita tidak mengetahui keluasan dari pertumbuhan  kepercayaan
lbrahim  di  tanah Arab. Sejarah tidak menerangkan pada kita
dengan jelas keadaan keagamaan di negara Arab selama periode
yang  panjang (lama), dari masa Ibrahim sampai akhir abad ke
lima tarikh Kristen.
 
Pada abad ke-enam kita temui sebagian besar orang-orang Arab
menyembah berhala, tetapi meskipun demikian, kita temui pada
waktu yang sama, beberapa  upacara-upacara  dan  pelaksanaan
yang dapat dihubungkan hanya dengan ajaran Ibrahim.
 
Ziarah   ke   Rumah  Suci  di  Mekkah  dan  Sunnat  (Chatan)
diselenggarakan dan dilakukan oleh seluruh  suku  Arab  yang
bukan     Kristen.     Sepanjang     upacara-upacara     dan
pelaksanaan-pelaksanaan ini, kita temui  sebagian  kecil  di
antara  orang-orang  Arab, percaya pada Tuhan, menyembahNya,
dan menolak menyembah patung.
 
Tujuan Ibrahim kedua adalah menyiapkan anak-anak Ismail  dan
bangsa  yang  disatukan,  untuk dijayakan masa depannya, dan
rakyat yang berbicara bahasa  Arab  akan  diperkenankan  dan
dihormati  dengan  hadirnya  Nabi terakhir di antara mereka,
bila mereka siap untuk  menerima  pesannya  yang  besar  dan
meluaskan kata-kata Tuhan ini ke seluruh dunia.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  ketika  Ibrahim  dan  Ismail  meninggikan  azas  rumah
(Baitullah) itu keduanya berkata: Tuhan kami Terimalah kami,
sesungguhnva Engkau Maha Mendengar dan Maha Tahu.
 
Tuhan  kami, jadikanlah kami berdua menjadi orang yang patuh
kepada Engkau, dan jadikanlah keturunan kami umat yang patuh
juga  kepada  Engkau,  dan  tunjukkanlah  kepada kami jalan,
serta ampunilah kami sesungguhnya Engkau Penerima Taubat dan
Penyayang.
 
Tuhan Kami! Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari golongan
mereka,    yang    akan     membacakan     kepada     mereka
keterangan-keterangan  Engkau,  dan  mengajarkan  Kitab  dan
kebijaksanaan   kepada   mereka   dan   menyucikan   mereka,
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Bijaksana." 2: 127-129.
 
Permintaan  Nabi  Ibrahim itu dijawab, dan pada abad ketujuh
A.D. permintaan ini telah dijawab.
 
Nabi yang diharapkan telah tiba dengan suatu cara yang belum
pernah  didapati  sebelumnya dengan penunjukkan yang sanggup
mendukung       kebenaran,       melindungi        kebutuhan
kebebasan-kebebasan  dan  membuka jalan untuk azas-azas yang
baik.
 
Ini adalah cara menggunakan  akal  (logika)  sebagai  maksud
utama  untuk  meyakinkan dan menunjukkan kepada setiap orang
yang mengancam kebebasan-kebebasan yang suci itu.
 
Ya, di abad ke-tujuh dunia diberkati  dengan  hadirnya  Nabi
yang terakhir dengan seluruh umat, yaitu Nabi Muhammad, yang
timbul dari mereka, pusat negera Arab, untuk menerangi Timur
dan Barat.